Jumat, Desember 26, 2025

Prestasi Anak Berkebutuhan Khusus Harumkan Kota Banjar dengan Berbagai Karya

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Banjar, galuh.id – Jakarta Utara menjadi saksi momen luar biasa pada 8–10 Agustus 2025, saat tiga anak berkebutuhan khusus dari Kota Banjar tampil memukau di ajang bergengsi NPCI DKI Jakarta Table Tennis Championship.

Mereka bukan sekadar atlet, mereka adalah simbol harapan, semangat, dan keberanian.

Di bawah binaan Kejaksaan Negeri Kota Banjar dan Dharmasamavta Foundation, ketiga anak berkebutuhan khusus telah menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Tiga anak tersebut yaitu Anjani Aprialia (disabilitas kelas 7) Tuna Grahita, Fahmi Ragil Prasetya (disabilitas kelas 11) Tuna Rungu, Ade Viki Ramdani (disabilitas kelas 7) Down Syndrom.

- Advertisement -

Kompetisi yang digelar oleh Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) DKI Jakarta bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) di Pluit Village Mall ini menjadi panggung inklusivitas yang sesungguhnya.

Kehadiran mereka bukan hanya untuk mengejar medali, tetapi membawa semangat inklusi dan kebanggaan bagi Kota Banjar.

Dengan semangat juang yang membara, mereka berhasil mencuri perhatian publik dan menginspirasi banyak pihak dari penonton hingga sesama atlet.

Tak hanya beraksi di lapangan, anak-anak difabel Kota Banjar juga memamerkan karya seni yang memukau.

- Advertisement -

Setiap goresan dan bentuknya menyuarakan harapan, keberanian, dan kecintaan mereka terhadap kehidupan. Sebuah bukti bahwa potensi anak-anak luar biasa ini tak terbatas hanya pada olahraga.

Kejari Banjar Dukung Anak Berkebutuhan Khusus

Alif Darmawan Maruszama, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Kota Banjar menjelaskan bahwa sejak Februari, pihaknya bersama Dharmasamavta Foundation telah menunjukkan komitmen nyata.

“Kami tidak hanya menjalankan tugas hukum, tapi juga berusaha hadir sebagai bagian dari masyarakat yang peduli,” ujar Alif, Jumat (22/8/2025).

Menurut Alif, langkah ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Tapi bentuk dukungan dan kepedulian untuk mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kami ingin anak-anak ini punya ruang untuk mengekspresikan diri, terutama lewat seni. Karena dari sana, mereka bisa berkarya. Bahkan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa seni bukan hanya soal estetika, tapi juga sarana pemberdayaan. Selain pengembangan bakat, program ini juga menyentuh aspek pendidikan dan pelatihan keterampilan.

Fasilitas yang layak pun disiapkan agar para penyandang disabilitas bisa belajar dan berkembang dengan nyaman.

Alif mengatakan, keberhasilan program ini tidak bisa hanya bergantung pada satu lembaga. Namun butuh dukungan nyata dari pemerintah.

“Kalau inisiatif seperti ini ingin berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang butuh dukungan dan fasilitas, maka sinergi lintas sektor sangat penting,” tegasnya.

Alif berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik semangat bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih aktif dalam memberikan penghargaan terhadap kreativitas anak-anak berkebutuhan khusus.

“Mereka punya potensi luar biasa. Dukungan kita adalah bahan bakar bagi mereka untuk terus menggali kemampuan dan menunjukkan karya yang membanggakan,” ucapnya.

Kesetaraan dan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kegiatan yang turut dihadiri oleh Raffi Ahmad selaku utusan khusus Presiden RI untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, menyampaikan pesan dari Prabowo Subianto.

Ia mengapresiasi setinggi tingginya terhadap inisiatif Kejari Kota Banjar bersama Dharmasamavta Foundation, yang telah bergerak secara mandiri.

Memberikan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi mereka.

“Saya hadir di sini membawa pesan dari Bapak Presiden. Bahwa perhatian terhadap generasi muda dan pekerja seni, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, adalah bagian penting dari pembangunan bangsa,” ucap Raffi Ahmad.

Ia menambahkan bahwa upaya yang Dharmasamavta Foundation lakukan tidak hanya menyentuh aspek seni.

Tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, pelatihan keterampilan, lapangan kerja, dan fasilitas yang layak.

Semua ini bertujuan untuk menciptakan kesetaraan dan kemandirian bagi penyandang disabilitas.

“Saya sangat tersentuh melihat bagaimana anak-anak di sini mendapat ruang untuk berkarya dan belajar. Ini bukan hanya soal seni, tapi soal martabat manusia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Raffi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, dukungan terhadap gerakan inklusif seperti ini tidak bisa hanya bergantung pada satu institusi saja.

“Pemerintah harus hadir secara menyeluruh. Kita tidak bisa membiarkan inisiatif seperti ini berjalan sendiri. Harus ada sinergi, agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Prof Reda Manthovani Jaksa Agung Muda Intelijen (Tokoh Relawan Disabilitas Nasional) sekaligus Chef de Mission kontingen NPC Indonesia untuk Paralimpiade.

Kemudian Nusron Wahid Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan, serta pengusaha ternama Jusuf Hamka. (GaluhID/Teja)

Editor: Evi

- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terbaru

Pesepeda Tewas Tertabrak Motor di Jalan Raya Banjarsari Ciamis

Ciamis, galuh.id – Seorang pesepeda tewas setelah tertabrak sepeda motor di Jalan Raya Banjarsari Ciamis. Tepatnya Dusun Merjan RT...

Artikel Terkait

Eksplorasi konten lain dari Galuh.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca