Banjar, galuh.id – Rikardo Padlika Gumelar, siswa kelas X6 SMA Negeri 1 Banjar, telah mencuri perhatian berkat bakat luar biasa dan prestasinya di dunia sastra, khususnya puisi.
Remaja kelahiran Banjar 28 Oktober 2008 ini tak hanya terkenal sebagai pembaca puisi yang penuh ekspresi. Tetapi juga pencipta puisi dengan sentuhan magis yang menyentuh hati.
Karya Rikardo kerap menjadi sorotan publik karena kekuatan diksi dan kemampuannya melukiskan keindahan alam Indonesia melalui kata-kata.
Puisinya yang berjudul Zamrud Khatulistiwa bahkan disebut-sebut sebagai perwujudan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan yang relevan dengan isu-isu zaman.
Rikardo telah mengantongi berbagai prestasi, mulai dari tingkat lokal hingga nasional.
Salah satu pencapaian gemilangnya adalah merebut juara 1 lomba baca puisi tingkat provinsi Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pasundan.
Tak berhenti di situ, ia juga berjaya di tingkat nasional dengan memenangkan Event Online National Competition.
“Puisi adalah cara saya mengekspresikan isi hati dan memahami dunia. Saya berharap setiap kata yang saya rangkai mampu menyentuh jiwa pembaca dan pendengar,” ujar Rikardo, Minggu (27/4/2025).
Rikardo Padlika Gumelar Jadi Teladan Generasi Muda
Semangat dan ketekunannya juga membuahkan juara 3 lomba baca puisi nasional di Universitas Sumatera. Kemudian juara harapan 2 nasional pada ajang bergengsi Piala Acep Zamzam Noor oleh Komunitas Cermin Tasikmalaya.
Selain itu Rikardo juga menunjukkan talenta dalam mencipta puisi. Hal ini terbukti dengan prestasinya sebagai juara 3 kategori cipta dan baca puisi pada acara Newasana Tilas yang digelar Forum OSIS Jawa Barat Wilayah 13.
Di balik kesuksesannya, dukungan keluarga dan sekolah menjadi faktor penting yang mendukung perjalanan Rikardo. Wakasek Humas SMAN 1 Banjar, Sunarto, mengungkapkan kebanggaannya.
“Kami sangat bangga memiliki siswa seperti Rikardo. Ia tidak hanya membanggakan sekolah, tapi juga Kota Banjar bahkan Jawa Barat,” katanya.
Kini, Rikardo Padlika Gumelar menjadi teladan bagi generasi muda. Dengan kerendahan hati dan kemauan berbagi ilmu, ia sering membantu teman-temannya berlatih membaca puisi.
Kisahnya menjadi bukti bahwa bakat besar dapat tumbuh di mana saja selama ada kerja keras, dukungan, dan kesempatan. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
