Jumat, Januari 23, 2026

Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar-Pangandaran, Potensi Baru Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Pangandaran, galuh.id – Harapan untuk kembali menghidupkan atau reaktivasi jalur kereta api legendaris Banjar-Cijulang Pangandaran kini semakin nyata.

Pembahasan intensif antara pemprov Jabar dan pemerintah pusat terus berjalan. Meskipun pelaksanaan proyek ini masih menghadapi sejumlah tantangan.

Proyek ambisius ini perkiraan memakan anggaran fantastis hingga Rp3,7 triliun, yang mencakup pembangunan infrastruktur dan dampak sosial.

Namun hingga kini, rencana sosialisasi kepada masyarakat setempat belum mulai, menimbulkan berbagai spekulasi tentang implementasinya.

- Advertisement -

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung penuh rencana ini.

“Dengan potensi keindahan wilayah, harapan proyek ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat. Tetapi juga membangkitkan perekonomian, khususnya melalui sektor pariwisata,” ujarnya, Kamis (24/4/2025).

Selain manfaat pariwisata, proyek reaktivasi kereta Banjar Pangandaran ini juga menghidupkan kembali rel bersejarah yang sempat menjadi saksi peninggalan zaman kolonial Belanda.

Peninjauan lokasi oleh tim gabungan dari Kementerian Kemaritiman, Kemenhub, dan Bappeda Pangandaran telah memetakan berbagai tantangan dan peluang di lapangan.

- Advertisement -

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah bangunan warga yang berdiri di sepanjang jalur rel. Sekretaris Bappeda Pangandaran, Asep Suhendar, menekankan pentingnya pendekatan persuasif.

“Kami akan membantu sosialisasi untuk memastikan proyek ini berjalan lancar, meskipun warga sudah memiliki kontrak dengan PT KAI,” ujarnya.

Pendataan ulang jumlah bangunan akan menjadi langkah penting dalam proses reaktvasi jalur kereta api ini.

Proyek ini telah masuk dalam Perpres Nomor 87 Tahun 2021 yang mengatur percepatan pembangunan kawasan Rebana dan Jabar bagian selatan hingga tahun 2030.

Dengan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemda hingga pusat, harapan reaktivasi ini menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk sementara, transportasi shuttle seperti DAMRI masih menjadi penghubung utama Banjar-Pangandaran.

Namun, optimisme tetap mengiringi reaktivasi jalur kereta api yang diyakini akan memberikan dampak besar, baik secara sosial maupun ekonomi. (GaluhID/Diana)

Editor: Evi

- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terbaru

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Satlantas Ciamis Gelar Dikmas Lantas untuk Anak TK

Ciamis, galuh.id – Dalam upaya menanamkan disiplin dan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini, Polres Ciamis melalui Satlantas...

Artikel Terkait

Eksplorasi konten lain dari Galuh.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca