Ciamis, galuh.id – RSUD Ciamis terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) sebagai bentuk komitmen menjaga kesehatan masyarakat.
Penyakit menular ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ciamis.
Dokter RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, menjelaskan bahwa penyebab TBC oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Indonesia sendiri termasuk negara dengan beban TBC tinggi dan tergolong sebagai daerah endemik.
“Proses diagnosis TBC itu tidak mudah. Gejalanya sering samar, seperti batuk ringan, keringat malam, atau penurunan berat badan. Karena itu banyak penderita tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Data Pasien TBC di RSUD Ciamis
Berdasarkan laporan periode Juli 2024 hingga Juli 2025, tercatat 1.134 pasien datang dengan dugaan TBC. 572 pasien menjalani pemeriksaan bakteriologis, dengan 493 dinyatakan positif TBC.
Jemudian 482 pasien terdiagnosis melalui pemeriksaan klinis. Total 975 pasien TBC terdiagnosis sepanjang periode tersebut.
Dari jumlah itu, 973 pasien sudah memulai pengobatan, sementara 2 pasien belum sempat menjalani terapi.
Penanggulangan TBC, Penularan dan Gejala
TBC menular melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Risiko penularan meningkat pada orang yang tinggal serumah atau berinteraksi dekat dengan penderita.
“Bakteri TBC bisa bersifat dormant atau tidur. Gejala bisa muncul berbulan-bulan setelah bakteri masuk ke tubuh. Hal inilah yang membuat TBC sulit dideteksi sejak dini,” jelas Bayu.
Selain menyerang paru-paru, TBC juga dapat mengenai organ lain seperti tulang, usus, kulit, hingga selaput otak (TBC ekstraparu).
Jenis TBC dan Tantangan Pengobatan
Dalam penanganannya, TBC terbagi menjadi:
TBC biasa dengan pengobatan selama 6 bulan, MDR-TB (Multidrug Resistant Tuberculosis) dengan durasi pengobatan hingga 2 tahun.
Kemudian XDR-TB (Extensively Drug Resistant Tuberculosis), jenis TBC yang lebih kebal terhadap obat.
“Tantangan terbesar adalah kepatuhan pasien dalam minum obat. Jika tidak tuntas, bakteri bisa semakin kebal dan menularkan ke orang lain,” terang Bayu.
Langkah Pencegahan TBC
RSUD Ciamis mengimbau masyarakat melakukan pencegahan sejak dini. Di antaranya vaksinasi BCG pada anak, menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Kemudian menghindari kontak dekat dengan penderita TBC. Membuka ventilasi rumah agar sirkulasi udara baik. Menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
Selanjutnya, menggunakan masker di tempat umum atau lingkungan berisiko. Melakukan pemeriksaan kesehatan bila muncul gejala mencurigakan.
“Cara paling efektif adalah pasien segera melaporkan keluhannya. Sayangnya, banyak yang datang sudah terlambat. Karena itu, skrining TBC harus terus tingkatkan,” tegasnya.
Bayu pun mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan TBC.
“TBC bukan sekadar batuk lama. Penyakit ini bisa merusak organ tubuh dan menular kepada orang lain. Siapa pun yang merasa memiliki gejalax sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
