CIAMIS, galuh.id — Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengungkap perkembangan terbaru kondisi rumput serta kesiapan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan Stadion Si Jalak Harupat untuk digunakan Persib Bandung pada kompetisi musim 2026/2027.
Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, mengatakan pembenahan rumput Stadion GBLA membutuhkan proses dan waktu. Manajemen menargetkan kondisi lapangan bisa kembali optimal pada Oktober 2026.
“Penggunaan stadion memang tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba, ada proses yang harus dilalui. Mungkin akhir September, dan insya Allah Oktober sudah lebih siap,” ujar Adhitia saat ditemui di sela acara launching skuad dan jersey PSGC Ciamis di Bumi Galuh Satria, RSOP Ciamis, Selasa (8/9/2026).
Menurut Adhitia, salah satu kendala dalam proses pemulihan rumput GBLA adalah musim kemarau panjang yang sempat melanda wilayah Bandung.
Minimnya curah hujan membuat proses pemulihan vegetasi rumput membutuhkan perawatan ekstra.Ia menegaskan, proses pemulihan rumput tidak bisa dipaksakan demi mengejar waktu.
“Waktunya memang tidak cukup kalau dipaksakan. Ibaratnya seperti orang hamil sembilan bulan, kalau dipaksakan tujuh bulan jadinya prematur. Jadi hasilnya tidak akan maksimal,” tuturnya.
Adhitia menyebut tim ahli, termasuk konsultan rumput, memperkirakan proses pembenahan GBLA masih membutuhkan waktu sekitar satu bulan lagi. Meski demikian, ia memastikan progres perbaikan lapangan saat ini sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Sambil menunggu GBLA benar-benar siap, Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung tetap menjadi salah satu opsi venue pertandingan Persib. Namun, manajemen Persib menginginkan kedua stadion tersebut sama-sama memiliki izin dan dalam kondisi siap digunakan.
“Kalau di Jalak Harupat, kita memang harus mendapatkan dua stadion. Dua-duanya harus siap, Jalak Harupat dan GBLA,” jelasnya.
Apabila seluruh proses perbaikan rumput dan fasilitas pendukung GBLA telah rampung 100 persen, stadion berkapasitas sekitar 38 ribu penonton tersebut akan kembali diprioritaskan sebagai kandang utama Persib.Bahkan, GBLA diproyeksikan menjadi venue untuk pertandingan internasional Persib di ajang AFC Champions League (ACL).
“Kalau GBLA sudah selesai, kita tidak akan lagi berpindah-pindah. Termasuk untuk pertandingan ACL, sudah pasti di GBLA,” tegas Adhitia.
Terkait dinamika di kalangan Bobotoh yang menantikan kepastian penggunaan GBLA, Adhitia meminta para pendukung Persib untuk tetap bersabar dan memberikan dukungan melalui doa.
Ia memastikan manajemen terus memantau proses pengerjaan stadion, bahkan hingga larut malam, demi memastikan pembenahan berjalan maksimal.
“Pesan untuk Bobotoh, mohon doanya. Kami yang mengerjakan tentu tahu kendalanya dan prosesnya seperti apa. Setiap pertandingan saya di stadion memantau pengerjaan sampai sekitar setengah satu malam. Sabar saja, kami sedang memberikan yang terbaik,” pungkasnya.
