Ciamis, galuh.id – Dalam sepekan terakhir, sejumlah bencana alam melanda beberapa wilayah di Kabupaten Ciamis. Mulai dari rumah ambruk hingga tanah longsor yang menimbulkan dampak signifikan bagi warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis bergerak cepat melakukan assessment dan penanganan awal di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa bencana yang terjadi umumnya disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem serta faktor usia bangunan dan kontur tanah yang labil.
Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir memicu beberapa titik longsor dan kerusakan pada rumah warga.
“Kami sudah menurunkan tim Unit Reaksi Cepat ke seluruh lokasi untuk melakukan penilaian dan penyaluran bantuan darurat,” ujar Ani.
Sejumlah laporan kejadian bencana antara lain rumah ambruk di Desa Danasari Kecamatan Cisaga akibat kondisi bangunan yang lapuk.
Kemudian atap rumah yang ambruk di Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, yang pemicunya hujan deras dan kerusakan atap. Di lokasi ini, dua rumah rusak berat dan penghuninya mengungsi ke rumah kerabat.
Selain itu, tanah longsor terjadi di sejumlah desa seperti di Desa Pasirnagara (Pamarican), Darmacaang (Cikoneng), Pasawahan (Banjaranyar). Kemudian Gunungcupu (Sindangkasih) dan Tanjungmulya (Panumbangan).
Dampaknya mencakup tertutupnya jalan desa, rusaknya TPT, dan gangguan pada saluran irigasi serta rumah warga.
Ani mengatakan, upaya penanganan dilakukan secara sinergis antara BPBD, aparat desa, dan masyarakat melalui gotong-royong.
“Kami juga sudah menyalurkan bantuan logistik seperti sembako, mie instan, selimut, hingga hygiene kit kepada warga terdampak,” tuturnya.
BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di daerah rawan longsor dan bangunan tua.
“Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan desa-desa serta stakeholder terkait agar penanganan bencana dapat berjalan optimal,” tutupnya.(GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
