Ciamis, galuh.id – Upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat terus diperkuat melalui peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Petirhilir Kecamatan Baregbeg.
Peluncuran berlangsung di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sabilissalam, Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Senin (26/1/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi pelajar, ibu hamil, serta balita.
Sekaligus mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Camat Baregbeg, Dede Hendara, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya unit SPPG baru yang dinilai akan memperluas dan mendekatkan layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, di awal tahun ini kita dapat berkumpul dalam grand opening SPPG Lir Ilir yang bertempat di MTs Sabilissalam. Atas nama pemerintah kecamatan dan Forkopimcam, kami merasa sangat bahagia. Dengan adanya SPPG yang lebih dekat, pelayanan kepada para siswa kini semakin optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya layanan makan bergizi gratis bagi siswa di wilayah tersebut masih dilayani oleh SPPG di lokasi lain. Dengan bertambahnya dapur pelayanan baru, distribusi makanan menjadi lebih efektif dari sisi jarak, waktu, dan kualitas.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas hidup para siswa, juga masyarakat lainnya seperti ibu hamil dan balita. Ini merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Dede berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan serta membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami berharap program ini terus berlanjut, memberikan manfaat nyata, dan menjadi keberkahan bagi kita semua. Kami juga mendorong pengelola SPPG dan para mitra untuk senantiasa menjaga kualitas. Baik dari sisi bahan baku maupun pelayanan kepada para penerima manfaat,” katanya.
Sementara itu, Sandra, perwakilan Mitra sekaligus Ketua Yayasan Bakti Galuh Mandiri, menjelaskan penanganan operasional dapur SPPG oleh sumber daya manusia yang telah melalui proses pelatihan dan pendampingan.
Menurutnya, kepala SPPG di persiapkan secara khusus melalui pendidikan dan pelatihan, baik dari sisi manajerial maupun kedisiplinan.
“Persiapan kepala SPPG bukan tanpa alasan. Mereka mendapatkan pelatihan manajerial dan kedisiplinan sehingga mampu memimpin operasional dapur secara profesional. Mereka ini di proyeksikan menjadi pemimpin dalam pengelolaan dapur MBG ke depan,” jelasnya.
Penanganan Operasional SPPG Petirhilir
Ia juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait status pegawai di dapur SPPG.
“Pegawai dari Badan Gizi Nasional itu adalah kepala SPPG, tenaga akuntansi, dan ahli gizi. Sementara tenaga dapur lainnya direkrut dari masyarakat sekitar. Jadi ini bukan hanya program gizi, tapi juga membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Sandra menambahkan, keberadaan dapur SPPG juga berdampak pada perputaran ekonomi di lingkungan sekitar. Tenaga kerja direkrut dari warga setempat, termasuk ibu rumah tangga, serta melibatkan pelaku UMKM.
“Ketika dapur berdiri, harus ada nilai manfaat bagi lingkungan sekitar. Tenaga kerja mengambil dari masyarakat sekitar, termasuk ibu rumah tangga. Kami juga membuka peluang kerja sama dengan UMKM, kelompok wanita tani, PKK, dan kader Posyandu,” tuturnya.
Ia mempersilakan kelompok masyarakat yang memiliki usaha di bidang pangan untuk menjalin kemitraan sesuai dengan SOP yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, pihak yayasan mitra melakukan pendampingan langsung. Mulai dari tahap persiapan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Evaluasi rutin juga lakukan guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga.
“Kami melakukan pendampingan langsung kepada para pekerja. Karena banyak dari mereka sebelumnya belum pernah bekerja di dapur skala besar. Evaluasi rutin kami lakukan agar jika ada kekurangan bisa segera perbaiki,” kata Sandra.
Ia menegaskan pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari berbagai pihak, terutama dari sekolah sebagai penerima manfaat langsung.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari sekolah, guru, dan masyarakat. Kritik dan saran justru akan membuat pelayanan dapur menjadi lebih baik. Harapannya, program MBG ini benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi anak-anak,” pungkasnya.
Dengan hadirnya SPPG Petirhilir, harapan akses makanan bergizi bagi pelajar dan kelompok rentan di wilayah Kecamatan Baregbeg semakin merata.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi. Tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas SDM sejak usia dini. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
