Kamis, 5 Agustus 2021
Kamis, 5 Agustus 2021
BJB

Tantangan Zaman, SMK di Jabar Harus Berorientasi Pada Kurikulum Digital

Berita Jabar, galuh.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat harus berorientasi pada kurikulum digital. Hal itu menyesuaikan dengan kurikulum revolusi 4.0 yang harus sejalan dengan tuntutan zaman.

Revitalisasi lembaga vokasi atau SMK merupakan upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, menyesuaikan kurikulum SMK dengan revolusi 4.0 merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah provinsi (pemprov) Jabar dalam revitalisasi SMK. Kurikulum SMK di Jabar harus sejalan dengan tuntutan zaman.

“SMK di Jabar harus berorientasi pada kurikulum digital. Kemampuan digital adalah kewajiban, apapun jenis kurikulum barunya,” kata Ridwan Kamil, dalam webinar yang digelar UNJ, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2020).

SMK di Jabar Hadirkan Jurusan Baru

Saat menjadi pembicara dalam webinar bertajuk Tata Kelola Pendidikan yang Kreatif dan Efektif yang diselenggarakan IKA-MP Universitas Negeri Jakarta tersebut, Ridwan Kamil menerangkan Pemda Provinsi Jabar menghadirkan jurusan-jurusan baru sesuai potensi wilayah.

Ridwan Kamil mencontohkan SMK Kemaritiman di wilayah Pantura. Ia mengatakan bahwa Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memperbanyak dalam menyiapkan sekolah kemaritiman di Pantura.

‚ÄĚKarena di masa depan ekonominya sudah kami hitung. Nantinya akan banyak dibutuhkan lulusan yang paham ekspor impor di zona pelabuhan yang ada di utara Jabar,” terang gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

Kemudian, Jawa Barat bagian selatan memiliki potensi di bidang pertanian dan pariwisata. Kang Emil mengatakan, hal itu sudah diarahkan pemprov Jabar. Tapi tetap semuanya berbasis digital.

Menurutnya, digitalisasi di bidang pendidikan amat penting dan akan dilakukan pemprov Jabar. Kang Emil mencontohkan bagaimana sekolah yang sudah berbasis digital mampu menerapkan metode pembelajaran jarak jauh dengan baik di tengah pandemi Covid-19.

“Makanya saya bilang digital ini bukan pilihan. Tapi skill yang wajib dimiliki. Yang tidak relevan dengan situasi dan kebutuhan industri sekarang kita geser. Atau yang tidak relevan dengan tantangan zaman kita geser dengan cara dan orientasi baru,” imbuh Kang Emil. (GaluhID/Evi)

Artikel Lainnya

Loading...

Temukan Kami

47,551FansSuka
265PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan