Ciamis, galuh.id – Emen alias Rahmat tokoh masyarakat Banjaranyar menanggapi adanya usulan soal wilayah Ciamis Selatan gabung dengan Banjar.
Secara tegas, Emen menolak jika lima kecamatan di Ciamis selatan bergabung dengan Banjar. Ia justru lebih setuju DOB (Daerah Otonomi Baru) Kabupaten Kawasen.
“Saya sangat tidak setuju kalau Ciamis selatan gabung dengan Banjar,” kata Emen kepada galuh.id, Selasa (18/11/2025).
Emen memandang, jika Ciamis selatan bergabung, justru akan menguntungkan Banjar yang saat ini tengah terpuruk dengan PAD.
Menurutnya, Banjar merekrut Ciamis selatan tujuannya satu. Yaitu untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) karena Banjar minim PAD.
“Enak saja Banjar ngajak gabung. Itu sama saja kekayaan Ciamis Selatan diberikan ke daerah tersebut. Saya tidak rela,” ungkapnya.
Ia memandang, jika penggabungan lima kecamatan di Ciamis selatan di usulkan oleh presidium Kawasen, itu menampakan sarat dengan kepentingan. Selain itu presidium tidak konsisten dengan rencana awal yaitu DOB.
Alasan Tolak Ciamis Selatan Gabung dengan Banjar
Adapun 5 kecamatan di Ciamis selatan terdiri dari Pamarican, Banjarsari, Banjaranyar, Purwadadi dan Lakbok.
“Kalau gabung dengan Banjar, lalu apa artinya mandiri yang dulu presidium dengungkan. Kecuali jika kita sudah berdiri DOB Kabupaten Kawasen, silahkan Banjar gabung dengan kita. Bukan kita gabung dengan Banjar,” jelasnya.
Emen melanjutkan, jika alasan presidium ingin gabung dengan Banjar karena merasa termarginalkan atau di anak tirikan oleh Pemkab Ciamis, itu tidak logis.
“Saya melihat di selatan banyak infrastruktur tengah di bangun. Tahun sekarang saja, beberapa jalan pelosok Banjarnyar sedang pembangunan,” ujarnya.
Selain itu lanjutnya, jalan dan peningkatan status Puskesmas Ciulu tengah dibangun. Kemudian jalan Banjarsari tembus ke Lakbok sedang dalam pelaksanaan pembangunan.
“Jadi, alasan termaginalkan itu tidak benar,” terang Emen.
Ia lebih berharap, presidium konsisten sesuai dengan rencana awal yaitu DOB. Ciamis selatan memiliki kekayaan yang melimpah yang perlu di dongkrak.
“Jika DOB terwujud, saya yakin berbagai harapan dan keinginan dapat terlaksana. Mengurus administrasi mudah karena dekat. Kemudian ingin memiliki rumah sakit dan universitas tinggi dapat terwujud,” pungkasnya. (GaluhID/Uus)
Editor: Evi
