CIAMIS, galuh id – PSGC Ciamis mencatatkan penguasaan bola lebih tinggi dibandingkan PSIS Semarang dalam pertandingan lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (17/10/2026). Namun, PSIS lebih dominan dalam jumlah tembakan sepanjang pertandingan.
Berdasarkan statistik pertandingan, PSGC Ciamis mencatatkan penguasaan bola sebesar 54 persen, sedangkan PSIS Semarang menguasai 46 persen.
Meski kalah dalam penguasaan bola, PSIS tampil lebih agresif dalam membangun serangan. Tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut melepaskan total 22 tembakan, sementara PSGC hanya mencatatkan tiga tembakan.
Dari jumlah tersebut, PSIS menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran dan 19 tembakan melenceng. Sementara itu, PSGC mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dan dua tembakan yang tidak mengarah ke gawang.
Perbedaan jumlah tembakan tersebut menunjukkan PSIS lebih sering mencoba membongkar pertahanan tuan rumah melalui penyelesaian akhir. Namun, dari 22 percobaan yang dilepaskan, hanya tiga tembakan yang mengarah ke gawang PSGC.
Dalam statistik tendangan sudut, PSIS juga unggul dengan tujuh kesempatan, sedangkan PSGC memperoleh tiga tendangan sudut. Catatan ini memperlihatkan tim tamu lebih sering mendapatkan peluang untuk membangun serangan melalui situasi bola mati.
Sementara itu, dari aspek kedisiplinan, PSGC Ciamis menerima empat kartu kuning sepanjang pertandingan. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan PSIS Semarang yang hanya memperoleh satu kartu kuning.
Secara keseluruhan, statistik memperlihatkan perbedaan pendekatan permainan kedua tim. PSGC unggul dalam penguasaan bola, sedangkan PSIS lebih aktif melepaskan tembakan dan memperoleh tendangan sudut.
Meski demikian, dominasi jumlah tembakan tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas serangan. Ketepatan penyelesaian akhir tetap menjadi faktor penting untuk mengubah peluang menjadi gol dalam pertandingan sepak bola.
Pertandingan ini menjadi bahan evaluasi bagi kedua tim dalam menghadapi lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027, terutama bagi PSIS dalam meningkatkan akurasi tembakan dan PSGC dalam memaksimalkan penguasaan bola menjadi peluang berbahaya.
