Rabu, 29 September 2021
Rabu, 29 September 2021

Vaksin Covid-19 China Siap Dijual Akhir 2020, Ini Harganya

Vaksin Covid-19 China buatan Sinopharm memasuki uji klinis fase tiga atau tahap akhir. Vaksin akan diuji coba ke 15.000 peserta, dan Uni Emirat Arab telah sepakat untuk melakukan uji klinis tahap akhir.

Pada Juni Lalu, perusahaan farmasi Sinovac (Sinopharm) telah mengumumkan hasil dari uji klinis fase satu dan dua. Pengujian melibatkan 1.120 relawan di China. Hasilnya, tubuh yang diberi vaksin dapat membentuk antibodi yang kebal terhadap virus corona.

Vaksin Covid-19 China Siap Jual, Ini Faktanya

Dikutip dari Global Times, Sinopharm memberi keterangan bahwa mereka menyediakan data ilmiah untuk pencegahan, pengendalian epidemi, dan penggunaan darurat. Karyawan BUMN China yang sering bepergian ke luar negeri telah ditawari vaksin.

Harga 2,1 Juta Per Paket

Menurut Kepala Sinopharm, Liu Jiengzhen, vaksin Covid-19 china dijual dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Dibandrol dengan harga 1.000 yuan atau setara 2,1 juta rupiah untuk dua dosis suntikan.

Saat diwawancarai Guangming Daily, Liu tidak menyebutkan adanya kemungkinan apakah vaksin ini akan ditanggung oleh asuransi kesehatan atau tidak. Tidak ada kejelasan pula tentang kemungkinan vaksin yang diikutsertakan program pemerintah.

Produksi vaksin covid-19 china di kedua pabriknya Wuhan dan Beijing akan menghasilkan 100-200 juta dosis vaksin virus Corona per tahun pada awal 2021. Untuk mendapat suntikan vaksin, masyarakat perlu menabung dari sekarang agar bisa membeli vaksin sendiri.

Pendapat Relawan di Bandung

PT Bio Farma bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unpad untuk melakukan uji klinis tahap akhir vaksin Covid-19 china dari Sinovac. Pengujian itu dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat.

Salah satu relawan, Herlina Agustin (52 tahun) mengaku motivasi mendaftar sebagai relawan adalah untuk menekan penyebaran Covid-19. Menurut Herlina, ia tidak memikirkan uang atau popularitas karena niatnya semata-mata bukan karena kepentingan pribadi.

Jika lolos tes swab, Herlina akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 china pada 28 Agustus mendatang. Sembari menunggu antrian, Herlina menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi vitamin dan menghindari kerumunan.

Uji klinis vaksin di Bandung membutuhkan 1.620 relawan dengan rentang usia antara 18 hingga 59 tahun. Jika ingin mendaftar, calon relawan harus berdomisili di Bandung dan dinyatakan negatif dari tes swab.

Tuduhan Amerika Serikat (AS) Terhadap China

Selain Sinopharm, ada juga perusahaan CanSino Biologics Inc yang mengantongi hak paten untuk vaksin Covid-19 china yang diberi nama Ad5-nCOV. Persetujuan paten dari otoritas di Beijing menunjukkan keaslian vaksin dan memupus tuduhan AS.

Pada Mei lalu, AS mengatakan peretas China yang berusaha mencuri data pengobatan dari negara lain tanpa adanya bukti yang mendukung. Pada pengujian tahap satu dan dua, vaksin ini dinyatakan memiliki tingkat keamanan dan respon imun yang tinggi.

Keberhasilan China dalam menanggulangi Covid-19 tidak menyulitkan pihaknya untuk membuat pelaksanaan uji klinis berskala besar. Direktur CanSino, Qiu Donxu mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Rusia, Brazil, Chilli, dan Arab Saudi untuk uji klinis tahap tiga.

Menurut Qiu, uji klinis kemungkinan akan melibatkan 40.000 relawan. Vaksin Ad5-nCOV pertama kali diuji coba ke manusia pada bulan Maret lalu. Sebelum China, ternyata Rusia adalah negara pertama yang mengantongi paten untuk vaksin corona Sputnik V.

Presiden Rusia, Vladimir Putin menyetujui Sputnik V sejak dua bulan yang lalu. Tujuan dari pemberian nama itu dimaksudkan untuk mengenang satelit pertama di dunia yang diluncurkan oleh Uni Soviet.

Jika vaksin Covid-19 china resmi dijual akhir 2020, kemungkinan pandemi akan segera berakhir. Tanpa adanya vaksin, herd immunity hanyalah omong kosong. Bisa kita lihat dari adaptasi new normal, beberapa orang menganggap virus corona telah berlalu padahal kasus semakin melonjak. (GaluhID/Elsa)

Loading...

Temukan Kami

47,551FansSuka
279PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan