Banjar, galuh.id – Wali Kota Banjar terpilih, Sudarsono, telah menyusun rencana ambisius untuk mengubah wajah Kota Banjar, Jawa Barat, dengan fokus utama pada revitalisasi Alun-Alun Kota Banjar dan Masjid Agung Baiturrahman.
Langkah ini bukan sekadar upaya mempercantik kota, tetapi juga meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas bagi masyarakat.
Meski belum resmi dilantik, Sudarsono telah mulai mengambil langkah konkret dalam mewujudkan visinya.
Salah satu prioritas awal adalah menyelesaikan kepemilikan aset yang saat ini masih berada di bawah pengelolaan yayasan.
“Aset ini masih milik yayasan, dan kami sedang mengupayakan agar dapat dialihkan ke Pemkot Banjar. Alhamdulillah, pihak yayasan telah menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan kepemilikan tersebut,” ujar Sudarsono, Minggu (9/2/2025).
Proses pengalihan aset ini tidak dilakukan sembarangan. Pemerintah Kota Banjar akan berkoordinasi dengan MUI dan BWI untuk memastikan bahwa seluruh prosedur kepemilikan dan peralihan tanah sesuai dengan ketentuan hukum serta nilai-nilai keagamaan.
Setelah aset resmi menjadi milik Pemkot Banjar, proyek revitalisasi dapat segera dijalankan.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp40 hingga Rp50 miliar untuk mendukung pembangunan dan renovasi ini.
Beberapa perubahan besar yang direncanakan dalam proyek ini antara lain:
- Pembangunan basement di bawah Alun-Alun untuk meningkatkan daya tampung dan mengurangi kemacetan di sekitar kawasan.
- Renovasi menyeluruh Masjid Agung Baiturrahman agar lebih representatif, nyaman, serta mampu menampung lebih banyak jemaah.
- Peningkatan aksesibilitas dan kenyamanan bagi pejalan kaki dengan memperbaiki jalur pedestrian di sekitar Alun-Alun.
- Penguatan identitas Kota Banjar sebagai pintu gerbang Jawa Barat dengan desain yang mencerminkan budaya khas daerah.
“Kami berharap proses pembangunan dapat dimulai pada tahun 2026, setelah seluruh tahapan administratif dan teknis selesai,” tambah Sudarsono.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Sudarsono juga ingin mempertegas posisi Kota Banjar sebagai pintu gerbang utama Jawa Barat.
Dalam upaya ini, ia akan berkolaborasi dengan Gubernur terpilih, Dedi Mulyadi, untuk menciptakan ikon daerah yang tidak hanya indah, tetapi juga mencerminkan budaya dan karakter khas Jawa Barat.
“Kami ingin menciptakan suasana yang unik dan khas sejak orang pertama kali memasuki Kota Banjar. Alun-Alun dan kawasan sekitarnya harus bisa menjadi daya tarik utama yang memperkenalkan identitas budaya Jawa Barat kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Selain aspek estetika, perbaikan infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Konsep tata ruang baru akan memberikan lebih banyak ruang bagi pejalan kaki dan tempat bersosialisasi yang nyaman.
Ketua Yayasan Baiturrahman, Undang Munawar, turut menyambut baik rencana revitalisasi ini.
Ia mengungkapkan bahwa sejak dibangun pada tahun 1980-an, Masjid Agung Baiturrahman belum pernah mengalami perbaikan signifikan, terutama karena keterbatasan anggaran.
“Dengan adanya rencana renovasi ini, kami berharap Masjid Agung tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol keindahan dan kebanggaan masyarakat Kota Banjar,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa proses revitalisasi ini juga akan meningkatkan daya tarik Kota Banjar sebagai destinasi wisata religi dan budaya.
Dengan perbaikan fasilitas, pengunjung dari luar kota akan lebih nyaman berkunjung, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami optimis bahwa upaya ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dalam hal kenyamanan, aksesibilitas, maupun peningkatan daya tarik wisata Kota Banjar,” pungkasnya. (GaluhID/Diana)
