Ciamis, galuh.id – Ratusan warga Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis Jawa Barat kembali menggelar aksi demo di halaman kantor desa setempat pada Rabu (09/07/2025).
Mereka masih menyuarakan aksi demo sebelumnya, yaitu menuntut kepala desa Cicapar, Imat Ruhimat, mundur dari jabatannya.
Massa yang datang ke balai desa terlihat lebih besar dari demo sebelumnya. Perkiraan, warga yang ikut dalam aksi ini lebih dari lima ratus orang.
Massa datang ke halaman kantor Desa Cicapar sambil membawa poster dan tulisan kecaman dan kekecewan terhadap Imat Ruhimat.
Warga tampaknya merasa geram dengan kinerja kepala desanya yang semakin lama semakin menjadi dalam melakukan kesalahannya.
Tidak hanya dugaan penyelewengan dana desa yang merugikan masyarakat, tetapi aset desa juga hilang dugaan diembat kepala desa.
Kasus terbaru, dugaan Imat Ruhimat menggadaikan motor inventaris Kepala Desa Kawasen yamg membuat warga semakin geram. Sayangnya, Imat tidak ada di kantor desa.
Menurut informasi, ia tengah menghadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Belum diketahui dalam rangka apa Imat menghadap ke gubernur KDM (Kang Dedi Mulyadi).
Tidak adanya Imat di kantor Desa Cicapar membuat pendemo semakin geram dan kesal. Mereka menganggap menghadap ke KDM hanya alasan. Padahal, Imat idak ingin menampakan batang hidungnya kepada pendemo.
Dalam aksi tersebut sempat terjadi kericuhan, dugaan dari ucapan Ketua BPD Cicapar, Endang Kartiwa. Namun kericuhan tidak berlangsung lama setelah Endang meminta maaf.
Demo Warga, Kades Coreng Nama Baik Cicapar
Faisal koordinator aksi, menyampaikan aksi demo yang keempat kalinya ini untuk menuntut kepala desa Cicapar Imat mundur.
“Kali ini tidak ada kata maaf, tidak bisa ada lagi kompromi, Imat Ruhimat harus mundur. Jika tidak mau mundur, maka kami secara paksa memberhentikannya. Kami sudah kesal,” katanya.
Lanjut Faisal, yang lebih mencoreng nama baik Cicapar adalah kasus terbaru yaitu menggadaikan motor inventaris kepala Desa Kawasen.
“Warga Cicapar malu punya kades seperti itu. Ini sudah merusak nama baik Cicapar. Sekali lagi, sekarang tidak ada kompromi lagi. Imat Ruhimat harus mundur,” tegasnya.
Beno Suwarno salah satu pendemo yang juga warga Cicapar, mengatakan bahwa Imat Ruhimat bukan mundur, tapi diberhentikan. Ucapan Beno pun langsung mendapat respon dari pendemo lainnya.
“Setuju, setuju, setuju,” teriak para pendemo.
Kata Beno, selepas melakukan aksi demo, pihaknya bersama yang lainnya pada hari ini juga akan mendatangi gedung DPRD Ciamis membahas pemberhentian Imat dari jabatannya.
Setelah itu, pada malam harinya akan melaksanakan Musdesus (Musyawarah Desa Khusus) bersama BPD dalam rangka proses pemberhentian kepala desa.
“Ayo kita kawal, nanti malam sekitar pukul 20.00 WIB selepas Isya datang ke balai desa. Kita bersama BPD akan menggelar Musdesus pemberhentian saudara Imat,” kata Beno.
Aksi demo ratusan masyarakat Desa Cicapar ini mendapat pengawalan ketat dari Polres Ciamis dan TNI dari Koramil Banjarsari.
Kapolsek Banjarsari, AKP Rahmat Fanani yang memimpin langsung pengawalan demo, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Cicapar yang tetap menjaga kondusifitasnya. Para pendemo pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (GaluhID/Uus)
Editor: Evi
