Sabtu, 31 Juli 2021
Sabtu, 31 Juli 2021
BJB

Akun Twitter Diretas, Barrack Obama dan Bill Gates Jadi Korban

Akun Twitter diretas besar-besaran pada tanggal 16 Juli 2020 lalu dan banyak sekali tokoh ternama menjadi korban. Mulai dari pengusaha, selebritis, akun resmi pemerintahan hingga orang nomor satu di Microsoft Bill Gates.

Maksud dari peretasan oleh hacker ini adalah untuk menipu para follower mereka dan mendonasikan bitcoin. Para Hacker mentweet kan bahwa akan ada acara amal dan followernya disuruh untuk melakukan donasi melalui bitcoin.

Korban Akun Twitter Diretas


Hacker berhasil melakukan Login ke akun milik para pesohor dan orang-orang yang berpengaruh hingga akun official perusahaan besar.

Korban pertama peretasan adalah CEO Tesla yaitu Elon Musk yang juga merupakan seorang musisi.

Hacker juga berhasil meretas akun para pengusaha besar di dunia, yaitu CEO AMAZON Jeff Bezos dan juga bos Microsoft, Bill Gates.

Baca Juga: WhatsApp Diretas, Jangan Takut! Ini Cara Mencegah dan Mengamankan Akun

Tak berhenti di sana, hacker juga meretas akun artis Hollywood yang selalu jadi perbincangan dunia yaitu Kim Kardashian.

Selain pengusaha dan selebritis, hacker ini juga meretas akun mantan presiden Amerika Serikat yaitu Barack Obama. Bahkan Hacker juga berhasil meretas akun official raksasa smartphone yaitu Apple.

Semua akun tersebut padahal sudah terverifikasi oleh pihak twitter dan bukan akun fake atau miliki orang lain.

Akun Twitter diretas ini juga tentunya membuat geger seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Mengapa hal ini bisa terjadi kepada orang-orang yang notabene adalah ahli IT seperti Bill Gates dan Jeff Bezos.

Modus Akun Twitter Diretas

Hacker melakukan modus penipuan untuk para follower yang diretasnya seperti Kim Kardashian dan lainnya. Hacker ini ngetweet agar memberikan uang 1000 dolar Amerika dalam bentuk bitcoin ke link yang sudah disediakan.

Tak hanya itu saja, Hacker juga melakukan imin-iming akan melipatgandakan uang yang dikirim tersebut dalam waktu 30 menit.  Modus seperti ini kerap sekali hadir di indonesia seperti modus papa minta pulsa atau menang hadiah dan harus membayar berbagai hal.

Ini dilakukan Hacker tersebut dan sukses mendapatkan jutaan dollar dari para followers para pesohor. Para pengamat sendiri mengatakan bahwa hal ini merupakan peretaasan terburuk yang pernah terjadi di media sosial.

Tentunya dengan alasan karena orang-orang nomor satu perusahaan dan ternama berhasil diretas dengan cepat sekaligus. Mengingat verifikasi untuk orang-orang penting sebutlah Barack Obama pastilah sangat ketat.

Dalam kasus ini juga Bitchain mencatat sekitar ada 400 pembayaran yang diterima oleh Hacker tersebut. Totalnya adalah 121.000 dolar Amerika atau jika dirupiahkan 1,7 milyar rupiah. Transaksi terbesar yang didapat Hacker dari satu orang adalah 42.000 dolar Amerika.

Reaksi Pihak Twitter

Mengetahui banyaknya akun twitter diretas oleh hacker pihak pengelola dan pengembang pun langsung melakukan investigasi. Investigasi Twitter sendiri masih berlangsung namun sudah mengumumkan hasil sementara.

Hasil Investigasi Twitter

Serangan yang dilakukan adalah serangan rekayasa sosial (Social Engineering) kepada para karyawan. Social Engineering adalah aksi penipuan membujuk dan memperdaya korban agar memberikan data pribadi mereka ke penjahat atau hacker.

Ironisnya yang menjadi target si hacker dan terkena tipu dayanya adalah karyawan dari Twitter sendiri. Orang dalam Twitter sendiri memberi akses kepada hacker agar bisa masuk ke sistem media social tersebut. 

Setelah mengetahui dan bisa mengakses sistem tersebut akhirnya hacker tadi melakukan penipuan melalui akun orang-orang ternama dunia.

Mengetahui hal ini pihak Twitter pun langsung memberikan respon cepat agar tidak ada lagi yang tertipu. Respon dan laporan investigasi dari Twitter sendiri adalah sebagai berikut:

1. Mengunci akun yang terpengaruh dan menghapus tweet penipuan tersebut.
2. Membatasi beberapa fungsi Twitter di banyak akun lainnya.
3. Membatasi orang untuk bisa mengakses sistem internal dari Twitter.
4. Twitter belum memastikan apakah hacker login melalui password atau tidak.
5. Twitter juga mengkonfirmasi ada sekitar 130 akun yang menjadi target hacker

Akun Twitter diretas ini memang menjadi suatu masalah yang besar dan kepercayaan terhadap media sosial ini turun. Masyarakat Indonesia pun tak perlu khawatir karena kejadian ini karena pasti Twitter akan meningkatkan keamannya. (GaluhID/Putra)

Artikel Lainnya

Loading...

Temukan Kami

47,551FansSuka
265PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan