Berita Ciamis, galuh.id – Peristiwa tragis berupa anak tenggelam di Sungai Ciseel Ciamis menggemparkan warga Dusun Bantarsari, Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Jumat (5/6/2026).
Dua orang siswi sekolah dasar (SD) dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus yang datang secara tiba-tiba saat mereka sedang asyik bermain dan berenang di aliran sungai tersebut.
Kejadian memilukan ini langsung menjadi perhatian besar masyarakat setempat karena kedua korban masih berusia sangat muda.
Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi kejadian, musibah ini menimpa Kesya Putri Hamdani (10) dan Sofa (11).
Keduanya merupakan siswi aktif yang masing-masing duduk di bangku kelas 3 dan 4 SDN 2 Bantardawa.
Selain merupakan teman satu sekolah, kedua korban juga diketahui merupakan warga lokal dari Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi.
Kronologi petaka ini bermula sekitar pukul 14.20 WIB ketika cuaca di sekitar lokasi cukup cerah. Saat itu, kedua korban bersama beberapa rekan sebayanya sengaja mendatangi area Sungai Ciseel untuk melepas penat.
Mereka kemudian mulai bermain di pinggir sungai dan memutuskan untuk mandi bersama. Namun, mereka tidak menyadari bahwa karakteristik kedalaman air di kawasan tersebut sangat menipu.
Kronologi Kasus Anak Tenggelam di Sungai Ciseel Ciamis
Menurut kesaksian sejumlah teman korban, kedua bocah tersebut awalnya hanya beraktivitas di bagian yang dangkal.
Namun, diduga kuat kedua korban perlahan tergiur untuk bergeser ke area yang lebih tengah. Ketika berada di bagian yang lebih dalam, arus bawah sungai yang sangat kuat langsung menarik tubuh mereka.
Akibatnya, kedua korban seketika terbawa arus sungai hingga tenggelam dan tidak dapat menyelamatkan diri ke permukaan.
Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak histeris untuk meminta bantuan.
Beruntung, teriakan tersebut didengar oleh beberapa warga yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi aliran sungai.
Tanpa membuang waktu, warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pencarian dan pertolongan secara mandiri dengan alat seadanya.
Setelah dilakukan pencarian yang cukup menegangkan selama beberapa waktu, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan oleh warga setempat.
Tubuh kedua siswi tersebut ditemukan dalam posisi yang sudah tidak bergerak di dasar palung sungai.
Warga segera mengevakuasi kedua korban ke permukaan dan langsung melarikan mereka ke Puskesmas Purwadadi untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Namun, takdir berkata lain karena tim medis menyatakan kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan.
Kondisi fisik korban diduga sudah terlalu banyak menghirup air saat berada di dalam dasar sungai. Isak tangis keluarga pun pecah di ruang puskesmas saat mendengarkan penjelasan dari pihak dokter.
Penjelasan Pihak Kepolisian dan Evakuasi Korban
Aparat keamanan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Lakbok yang membawahi wilayah hukum tersebut segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Panit Intel Polsek Lakbok, Aipda Priono, membenarkan adanya peristiwa memilukan yang merenggut nyawa dua anak tersebut.
Pihaknya memastikan bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan akibat kurangnya antisipasi saat berenang di arus liar.
“Benar telah terjadi kejadian dua anak tenggelam di Sungai Ciseel. Kedua korban sudah ditemukan dan saat ini sudah dievakuasi. Dari hasil pemeriksaan medis luar secara intensif, keduanya dinyatakan meninggal dunia akibat gagal napas,” ujar Priono saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Oleh karena itu, pihak kepolisian kini terus berupaya melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai.
Pengawasan yang ketat dari orang dewasa menjadi kunci utama keselamatan anak-anak di area rawan bencana air.
“Apabila beraktivitas di sungai, kami meminta agar warga tetap berhati-hati, karena kondisi arus dapat berubah dan berisiko membahayakan dalam hitungan detik,” tambahnya secara tegas.
Evaluasi Keselamatan di Sekitar Aliran Sungai
Peristiwa memilukan ini tentu membuat warga sekitar berduka sangat mendalam, terlebih kedua korban masih berusia anak-anak yang memiliki masa depan panjang.
Aliran Sungai Ciseel memang sering kali digunakan oleh anak-anak setempat untuk bermain, terutama saat musim kemarau atau saat debit air terlihat tenang di permukaan.
Padahal, karakteristik sungai di wilayah Ciamis sering kali memiliki pusaran air bawah yang tidak terlihat secara kasat mata.
Pemerintah desa setempat kini berencana untuk memasang papan peringatan di sepanjang titik rawan sepanjang aliran sungai tersebut.
Selain itu, warga juga diharapkan bisa lebih peka jika melihat ada kerumunan anak-anak yang bermain di dekat air tanpa adanya pendampingan dari orang tua.
Kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan lingkungan.
Kini, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Tragedi anak tenggelam di Sungai Ciseel Ciamis ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap keselamatan buah hati di area terbuka.
Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan memicu kesadaran kolektif yang lebih baik. (Uus/GaluhID)
