CIAMIS, galuh.id — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Asep Rahmat, menggelar kegiatan reses ke-II Tahun Sidang 2026 di Desa Pamalayan, Kabupaten Ciamis, Kamis (27/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Asep Rahmat menyerap berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat, mulai dari persoalan lahan pertanian yang terdampak musim kemarau hingga isu pendidikan dan perundungan (bullying) terhadap anak.
Asep mengatakan, persoalan kekeringan menjadi salah satu perhatian masyarakat, khususnya bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Kondisi kemarau membuat sejumlah lahan produktif mengalami kendala dalam ketersediaan air sehingga dapat mengganggu aktivitas bercocok tanam.
“Ini sebenarnya sebuah kejadian alam. Ada daerah-daerah yang rawan, terutama lahan produktif pertanian yang menjadi suplai bagi masyarakat. Masyarakat bisa bertanam dan bertani, tetapi terkendala masalah alam yaitu kemarau,” ujar Asep.
Menurutnya, aspirasi tersebut akan dibawa ke DPRD Kabupaten Ciamis untuk dibahas lebih lanjut guna mencari solusi terhadap persoalan pertanian yang terdampak kekeringan.
Selain persoalan pertanian, Asep juga menyoroti masalah pendidikan, khususnya kasus perundungan terhadap anak. Ia menilai tindakan bullying tidak boleh terjadi di lingkungan pendidikan mana pun dan membutuhkan perhatian bersama.
“Bullying pendidikan ini menjadi suatu hal yang sangat memprihatinkan. Sebagai orang tua dan masyarakat, ini tidak boleh terjadi di mana pun, termasuk di Pamalayan,” katanya.
Asep juga menyinggung penggunaan media sosial dan gawai di kalangan anak-anak. Menurutnya, diperlukan langkah bersama antara orang tua, masyarakat dan pihak pendidik untuk mencegah anak mengalami ketergantungan terhadap gawai.
Ia menyebut, persoalan tersebut akan didiskusikan lebih lanjut untuk mencari instrumen maupun aturan yang dapat mendorong perubahan perilaku penggunaan gawai di kalangan anak.
“Ini bukan hanya urusannya masyarakat, bukan hanya warga, bukan hanya pendidik, tetapi urusan kita semua bagaimana mencari solusi agar anak-anak tidak lagi menjadi ketergantungan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyampaikan komitmennya membantu peningkatan pelayanan di tingkat desa. Ia berencana memberikan satu unit laptop beserta printer untuk mendukung kebutuhan penginputan data dan pelaporan berbasis digital, khususnya dalam kegiatan Posyandu di Desa Pamalayan.
Asep menegaskan, bantuan tersebut berasal dari dana pribadinya dan bukan menggunakan anggaran APBD.
“Bukan menggunakan APBD. Alhamdulillah menggunakan dana pribadi. Saya ingin membantu kegiatan Posyandu. Nanti pada bulan September akan ada penyerahan langsung,” katanya.
Ia berharap perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja kader Posyandu, sehingga kebutuhan pencetakan maupun penginputan data tidak harus dilakukan di luar desa.
Asep juga mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi dan menyampaikan persoalan yang dihadapi secara langsung. Sebagai anggota DPRD yang duduk di Komisi D, ia memastikan setiap aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan diupayakan untuk mendapatkan respons.
“Silakan berkomunikasi. Kalau ngobrol dan bertanya, kita berdialog supaya bisa dijawab. Kalau belum bisa diputuskan oleh saya, setidaknya direspons dan dicatat. Setiap masalah insyaallah pasti direspons,” pungkasnya.
