Musda LLI Ciamis, Bupati Herdiat Sampaikan Persoalan di Ciamis

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id — Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kabupaten Ciamis menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 dengan mengusung tema “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera, Semangat Berkarya adalah Kunci Hidup Bermanfaat.”

Musda tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan sekaligus menentukan arah organisasi dan kepengurusan LLI Kabupaten Ciamis untuk masa bakti 2026-2031.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengatakan Musda LLI bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi harus memberikan dampak dan manfaat nyata, baik bagi organisasi, para anggota, maupun masyarakat Kabupaten Ciamis.

“Alhamdulillah tidak terasa sudah dua kali Musda. Mudah-mudahan pelaksanaan Musda ini tidak hanya acara seremonial, tetapi harus berdampak nyata dan ada manfaatnya, paling tidak untuk organisasi kita, untuk pribadi kita, dan lebih jauh lagi ada manfaatnya untuk masyarakat Kabupaten Ciamis yang kita cintai,” ujar Herdiat.

- Advertisement -

Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga mengajak para anggota LLI untuk ikut berperan dalam menyosialisasikan berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, salah satunya terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah, mengingat kondisi kemarau yang cukup panjang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

“Pada kesempatan ini mengajak dan mengimbau kepada bapak ibu semua, paling tidak di daerahnya masing-masing dapat membantu menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar sampah,” katanya.

Menurut Herdiat, kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Kerusakan hutan juga berpotensi memicu bencana lain seperti longsor dan banjir.

- Advertisement -

“Kalau hutannya habis, insyaallah akan menyusul bencana-bencana lain, baik longsor, banjir, dan bencana lainnya,” ujarnya.

Herdiat juga menyoroti kondisi kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis. Kemarau yang berlangsung cukup lama membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Ia menyebut pemerintah daerah bahkan harus mendistribusikan air bersih menggunakan puluhan tangki setiap hari ke wilayah yang membutuhkan.

“Di Ciamis kemarau sudah cukup lama. Beberapa daerah sudah kekurangan air bersih. Kita lebih dari 50 tangki setiap hari menyuplai air bersih untuk kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, Herdiat meminta masyarakat menghemat penggunaan air sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Selain persoalan kebencanaan dan kekeringan, Herdiat menyampaikan sejumlah persoalan sosial yang masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ciamis, di antaranya angka stunting dan rumah tidak layak huni.

Ia menyebut angka stunting di Kabupaten Ciamis masih cukup tinggi dan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

“Angka stunting ini di Ciamis masih cukup tinggi, sekitar 24 persen. Sebetulnya kita sudah membagi tugas, setiap OPD, setiap dinas dan badan diberikan daerah binaan untuk mengawasi dan membantu masyarakat,” jelasnya.

Herdiat juga menyebut masih terdapat sekitar 13 ribu rumah tidak layak huni yang telah terdata secara by name by address.

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal Kabupaten Ciamis.

Herdiat menjelaskan, Kabupaten Ciamis saat ini berada di posisi ke-24 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam kemampuan fiskal. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sekitar Rp376 miliar.

Namun, sebagian anggaran tersebut telah memiliki peruntukan tertentu, sehingga ruang fiskal yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan menjadi terbatas.

“Tapi begitu turun ke lapangan ternyata orang Ciamis mempunyai semangat yang luar biasa. Peran serta gotong royong masyarakat Ciamis ini sangat luar biasa,” tuturnya.

Herdiat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Ciamis dalam membantu pembangunan di berbagai wilayah. Menurutnya, kekuatan masyarakat menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus bekerja membangun daerah meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Ia menilai semangat kebersamaan tersebut merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Terkait pelaksanaan Musda LLI, Herdiat berharap siapapun yang nantinya mendapat amanah sebagai pengurus periode 2026-2031 mampu menjaga marwah organisasi dan membawa LLI Kabupaten Ciamis menjadi lebih maju.

“Siapapun yang terpilih, siapapun yang mendapat amanah harus mampu menjaga marwah organisasi, dapat memajukan dan mengembangkan ke arah yang lebih baik dan lebih maju,” tegasnya.

Herdiat juga berharap tidak terjadi dualisme kepengurusan setelah pelaksanaan Musda. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dapat menerima hasil musyawarah dan tetap menjaga soliditas organisasi.

“Insyaallah siapapun yang terpilih nanti di Ciamis tidak akan pernah ada dualisme. Siapapun yang maju, yang terpilih paling tidak harus dapat merangkul semua sehingga ini tetap solid,” katanya.

Menurut Herdiat, LLI juga dapat menjadi wadah bagi para lanjut usia untuk tetap aktif, bersilaturahmi, berbagi pengalaman, serta menjalankan berbagai kegiatan positif.

“Jadikan Lembaga ini paling tidak sebagai ajang silaturahmi. Kita ngobrol, bercengkerama. Daripada pusing di rumah, lebih baik bersilaturahmi atau aktif di organisasi supaya ada kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LLI Kabupaten Ciamis periode 2021-2026, Masduki, mengatakan Musda merupakan agenda rutin lima tahunan sekaligus momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan merumuskan kebijakan strategis ke depan.

“Musda ini bukan sebentar, agenda rutin organisasi lima tahunan, melainkan momen yang krusial untuk mengevaluasi perjalanan program kerja kita sekaligus merumuskan kebijakan yang strategis ke depan,” kata Masduki.

Menurutnya, LLI merupakan wadah sosial bagi para lanjut usia untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Lanjut usia bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan yang penuh makna, penuh hikmah, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Masduki menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam kepengurusan LLI ke depan. Salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan lansia melalui program kerja yang menyentuh kebutuhan dasar.

Program tersebut, kata dia, mencakup aspek kesehatan, sosial, maupun keagamaan bagi para lansia di Kabupaten Ciamis.

Poin berikutnya adalah penguatan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis serta berbagai pihak lainnya dalam mewujudkan Ciamis yang ramah terhadap lansia.

Masduki juga mengapresiasi perhatian Bupati Ciamis terhadap para lanjut usia dengan hadir langsung dalam pelaksanaan Musda LLI.

“Alhamdulillah, wujud Pak Bupati sayang kepada orang tua, ramah lansia, beliau datang pada hari ini. Saya mengucapkan terima kasih karena telah hadir,” tuturnya.

Selain itu, Musda juga menjadi momentum regenerasi kepengurusan. Ia berharap kepengurusan baru LLI Kabupaten Ciamis dapat diisi oleh orang-orang yang solid, amanah, dan memiliki komitmen tinggi untuk melanjutkan estafet organisasi.

“Yang akan memiliki pengurus baru yang solid, amanah serta memiliki komitmen tinggi untuk melanjutkan estafet perjuangan,” katanya.

Masduki berharap proses Musda dapat berjalan dengan suasana kekeluargaan dan keteladanan sehingga menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa LLI semakin maju serta memberikan manfaat bagi para lansia dan masyarakat Kabupaten Ciamis.

- Advertisement -
Berita Terbaru

Anggota DPRD Ciamis Serap Aspirasi Warga Desa Pamalayan

CIAMIS, galuh.id — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Asep Rahmat, menggelar kegiatan reses ke-II...

Artikel Terkait