CIAMIS, galuh.id — Pendidikan demokrasi menjadi salah satu ruang penting dalam membentuk karakter generasi muda. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Heri Rafni Kotari, saat menghadiri kegiatan Pendidikan Demokrasi di SMAN 3 Ciamis, Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Heri mengajak para pelajar memahami demokrasi bukan sekadar sebagai sistem politik, tetapi sebagai nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sikap menghargai pendapat, menerima perbedaan, bermusyawarah, serta berani menyampaikan gagasan secara santun merupakan bagian dari praktik demokrasi yang dapat dimulai dari lingkungan sekolah.
“Demokrasi itu bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi adalah tentang bagaimana kita belajar mendengar, menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat dengan baik, dan tetap menjaga persatuan,” ujar Heri.
Heri juga mengingatkan para pelajar agar memiliki kemampuan dalam menyaring informasi di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.
Ia menilai generasi muda tidak cukup hanya cepat menerima informasi, tetapi harus mampu membedakan informasi yang benar, memahami konteks, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan.
Pelajar Jangan Hanya Jadi Penonton
Heri menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, para pelajar didorong untuk tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat.
“Kalian jangan hanya menjadi penonton perubahan. Jadilah bagian dari perubahan. Bangun kemampuan, perkuat karakter, berani bermimpi, dan jangan takut menyampaikan gagasan yang baik,” pesannya.
Menurut Heri, pendidikan tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, integritas, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab.
Karakter tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu menggunakan ilmu dan teknologi secara bijak serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Membangun Jawa Barat dari Generasi Muda
Kegiatan pendidikan demokrasi di SMAN 3 Ciamis juga menjadi momentum untuk mendekatkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda.Heri berharap para siswa mampu menjadi generasi yang tidak mudah terpecah oleh perbedaan, memiliki keberanian menyampaikan gagasan, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif.
“Bangsa ini membutuhkan anak-anak muda yang bukan hanya cerdas, tetapi juga punya hati. Anak muda yang mampu menggunakan ilmunya untuk membantu orang lain, menggunakan keberaniannya untuk menyampaikan kebenaran, dan menggunakan kebebasannya untuk membawa manfaat,” ungkapnya.
Heri menilai pembangunan Jawa Barat tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pendidikan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu membawa perubahan.
“Kalau kita ingin melihat Jawa Barat yang maju, maka kita harus mulai dari manusianya. Dan kalau kita ingin membangun manusia yang berkualitas, kita harus memberikan perhatian besar kepada pendidikan,” tegasnya.
Ia berharap nilai-nilai demokrasi yang ditanamkan sejak bangku sekolah dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
Dengan demikian, pendidikan demokrasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi proses pembentukan generasi yang kritis, berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu menghargai keberagaman.
