Ciamis, galuh.id – Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat dinilai menjadi momentum penting untuk mempertemukan persoalan nyata warga dengan proses pembangunan. Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat Desa Banjarsari, Alex, yang mengapresiasi kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Heri Rafni Kotari, di Desa Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Menurut Alex, forum tersebut memiliki arti penting karena masyarakat mendapatkan ruang untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan, kebutuhan, maupun harapan yang berkembang di lingkungan mereka.
Baginya, komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat. Pembangunan, kata dia, seharusnya tidak hanya dirumuskan berdasarkan kebijakan dari atas, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
“Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Heri Rafni Kotari di tengah masyarakat Banjarsari. Bagi kami, yang paling berharga dari kegiatan ini adalah adanya ruang untuk berbicara dan didengar. Masyarakat dapat menyampaikan apa yang mereka rasakan, apa yang mereka butuhkan, sekaligus apa yang mereka harapkan untuk masa depan desa,” ujar Alex.
Ia menilai masyarakat desa memiliki pengetahuan yang sangat dekat dengan persoalan di lingkungannya. Warga mengetahui kondisi infrastruktur, perkembangan ekonomi, persoalan sosial, hingga potensi lokal yang dapat dikembangkan.
Karena itu, menurut Alex, aspirasi masyarakat perlu ditempatkan sebagai salah satu bahan penting dalam menyusun pembangunan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Alex juga melihat kehadiran Heri Rafni Kotari menjadi bentuk nyata pelaksanaan fungsi representasi wakil rakyat. Turun langsung ke tengah masyarakat, menurutnya, memberikan kesempatan bagi anggota DPRD untuk memahami persoalan pembangunan dari perspektif warga.
“Kadang persoalan di lapangan tidak semuanya dapat terlihat dari laporan atau dokumen. Dengan hadir langsung, wakil rakyat bisa melihat dan mendengar kondisi masyarakat secara lebih utuh. Mudah-mudahan apa yang disampaikan warga Banjarsari dapat menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki,” ungkapnya.
Ia turut mengapresiasi pentingnya penerapan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Alex, pemerintahan yang terbuka akan membangun hubungan yang lebih sehat dengan masyarakat karena kepercayaan menjadi dasar dalam menjalankan pembangunan.
Partisipasi masyarakat, lanjutnya, juga tidak semestinya berhenti pada kehadiran dalam forum musyawarah. Warga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, mengawal pelaksanaan program, memberikan kritik yang konstruktif, sekaligus ikut menjaga hasil pembangunan.
Alex juga menekankan bahwa pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan pemuda, peningkatan pelayanan publik, serta pengembangan potensi desa perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan.
“Desa yang maju bukan hanya terlihat dari bangunan dan infrastrukturnya. Desa yang benar-benar maju adalah ketika masyarakatnya memiliki kesempatan untuk berkembang, ekonominya bergerak, anak mudanya memiliki harapan, dan pemerintahnya mampu memberikan pelayanan dengan baik,” tuturnya.
Menurut Alex, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD perlu terus diperkuat. Masing-masing memiliki kewenangan dan peran yang berbeda, namun seluruhnya dapat diarahkan pada tujuan yang sama, yakni menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat Banjarsari dengan Heri Rafni Kotari tidak berhenti dalam satu kegiatan, tetapi terus terpelihara sebagai bagian dari proses pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami berharap Banjarsari tidak hanya menjadi tempat di mana aspirasi disampaikan, tetapi menjadi tempat di mana aspirasi itu tumbuh menjadi gagasan dan kemudian diperjuangkan menjadi kebijakan. Kalau pemerintah, masyarakat, dan wakil rakyat berjalan bersama, saya yakin akan semakin banyak hal baik yang bisa kita wujudkan,” pungkas Alex.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Banjarsari, Rofik Hikmayana, A.Md., bersama unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen warga.
Bagi Alex, pembangunan merupakan proses bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Dari Banjarsari, aspirasi warga diharapkan tidak berhenti sebagai suara yang disampaikan dalam forum, tetapi dapat menjadi bagian dari gagasan dan pertimbangan dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Ciamis.
