Ciamis, galuh.id – Pemkab Ciamis menggelar Penganugerahan Masjid Ramah Tingkat Kabupaten di Aula Sekretariat Daerah (Setda), Senin (8/12/2025).
Acara ini dihadiri langsung Bupati Ciamis Herdiat Sunarya beserta jajaran organisasi keagamaan. Seperti DMI, MUI, Baznas, dan unsur lainnya yang selama ini berperan aktif dalam memakmurkan masjid.
Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Anugerah Masjid Ramah bukan hanya sebatas ajang penghargaan. Melainkan bagian dari upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan umat dan ruang pembinaan generasi muda.
Herdiat menegaskan bahwa salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kecintaan para pemuda terhadap masjid.
Masjid, katanya, harus menjadi tempat yang ramah, nyaman, dan aktif. Sehingga generasi muda merasa terlibat dan terdorong untuk memakmurkannya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali program Magrib Mengaji yang sebelumnya menjadi salah satu program unggulan daerah.
Program tersebut sempat menunjukkan tren peningkatan pada tahun 2019, namun terhenti akibat pandemi Covid-19.
“Magrib Mengaji dulu sudah berjalan baik, tetapi pandemi membuatnya meredup. Melalui acara ini, kita berharap semangat itu bangkit kembali,” ujarnya.
Anugerah Masjid Ramah Aspirasi Kasepuhan
Selain itu, Herdiat menyampaikan bahwa kegiatan Anugerah Masjid Ramah juga merupakan bentuk nyata dari aspirasi para kasepuhan di Kabupaten Ciamis.
Para kasepuhan berharap masjid kembali menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual yang hidup sepanjang waktu.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung kegiatan ini agar dapat terus terselenggara setiap tahun dengan kualitas yang semakin meningkat.
Meski kondisi anggaran pemerintah tidak selalu ideal, Herdiat menegaskan bahwa program-program keagamaan akan tetap menjadi prioritas.
“Kualitas dan kuantitas program seperti ini harus terus tingkatkan,” tegasnya.
Ia berharap anugerah ini dapat menjadi dorongan bagi para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Baik di masjid besar maupun masjid jami, untuk terus meningkatkan pelayanan dan aktivitas di masjid.
Memakmurkan masjid, katanya, adalah tugas bersama yang memerlukan komitmen tinggi.
Acara penganugerahan berakhir dengan penandatanganan bersama antara Baznas, DMI, HBI, dan pemda dalam program “Ciamis Peduli Indonesia dan Palestina.”
Momentum ini menegaskan bahwa kegiatan keagamaan di Ciamis tidak hanya berfokus pada pembinaan internal umat. Tetapi juga menguatkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan di tingkat nasional maupun global.
Melalui Penganugerahan Masjid Ramah 2025, Pemkab Ciamis berharap seluruh komponen masyarakat kembali menghidupkan tradisi Magrib Mengaji.
Kemudian menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan agama, dan penguatan karakter umat.
Dengan sinergi bersama, harapan semangat mengaji dan salat berjamaah kembali menggema di seluruh wilayah Ciamis.
Daftar Penerima Penghargaan Anugerah Masjid Ramah 2025
Kategori Masjid Jami
DKM Masjid Al Khoeriyah (Kecamatan Baregbeg), DKM Masjid Al Hilal (Kecamatan Rancah), DKM Masjid Al Hidayah (Kecamatan Kawali).
Kategori Masjid Pelayanan
DKM Masjid Al Mujahidin (Kecamatan Cikoneng). Kemudian DKM Masjid Al Hikmah (Kecamatan Banjarsari) dan DKM Masjid Baitul Mukminin (Kecamatan Ciamis)
Kategori Masjid Besar
DKM Masjid Al Mujahidin (Kecamatan Panawangan). Kemudian DKM Masjid At Taqwa (Kecamatan Kawali) dan DKM Masjid Al Munawar (Kecamatan Cipaku). (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
