Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:22
Minggu, 24 Oktober 2021
More
    BJB

    Arsenal Dapat Durian Runtuh atau Cerdas Manfaatkan Momentum?

    Opini, galuh.id – Sebagai salah seorang dari fans Arsenal, dan fans yang lain pun (mungkin) memiliki kesamaan tentang greget-nisme yang ada, saya jadi terganjal untuk merasakan euforia kemenangan ini.

    Pasalnya kemenangan yang didulang atas Liverpool FC dengan skor 2-1, gol Arsenal kedua-duanya malah dituduh sebagai hadiah yang diberi cuma-cuma oleh The Reds.

    Bahkan pendukungnya dengan pede menguatkan, “Ah, menang dari gol hadiah aja bangga,” tukas seorang fans Liverpool itu kepada saya.

    Pendukung Arsenal

    Sebagai pendukung Arsenal, tentu hal-hal tersebut lah yang mengganjal euforia kami dalam merayakan kemenangan dari Big Match ini.

    Sebab nantinya, kemenangan atas Liverpool menjadi modal percaya diri Arsenal untuk menghadapi Manchester City di Semi Final Piala FA nanti.

    Harus diingat juga, kalau Arsenal nggak belajar dari kesalahannya, belum tentu kedua blunder tersebut dapat dikonversi menjadi dua buah gol.

    Meski jarang menciptakan peluang atas kreasi sendiri dari tim, namun konsep bertahan yang diusung klub ini bisa dikatakan berhasil.

    Alih-alih menyeimbangi dominasi, klub ini cukup ambil momentum atas kesalahan Liverpool. Lebih tepatnya blunder dari, yang digadang-gadang salah satu bek terbaik di Eropa, Virgil Van Dijk dan salah satu kiper terbaik di Premiere League, Allison Becker. Ehemm.

    Di sisi lain, sebagai tuan rumah yang baik, Arsenal memperlakukan tamu dengan sangat mulia. Hhhee.

    Terbukti di 30 menit awal saja, The Gunners mempersilakan klub ini begitu dominan dan membuka keunggulan pertama melalui gol Sadio Mane pada menit ke-20.

    Mereka memimpin penguasaan bola hingga 69,3 persen. Serta mampu menembakkan 24 kali lesakan ke area pertahanan Arsenal dan 8 di antaranya mengarah tepat sasaran. Sementara Arsenal sendiri hanya mempunyai 3 peluang dengan 2 menuju ke gawang.

    Namun, tetap yang dilihat hasil akhir. Maaf yaa Liverpoolnian. Arsenal memenangi laga ini setelah mampu bangkit dan membalikkan keadaan berkat gol Alexandre Lacazette dan Reiss Nelson.

    Hasil inilah yang membuat Arsenal masih tertahan di peringkat sembilan dengan poin 53. Lalu Liverpool yang sudah dipastikan juara kini tetap mengoleksi 93 poin. Sayang sekali, mereka tidak bakal mencapai 100 poin di akhir musim.

    Sementara itu, kekalahan The Reds terhitung memalukan, karena mereka jarang melakukan kesalahan fatal. Sekalinya salah, malah blunder di hadapan tukang blunder juga.

    Mengenai blunder yang kerap dilakukan di lini belakang Arsenal ini, menjadi kekecewaan tersendiri bagi pendukungnya dan itu PR bagi skuad London Utara.

    Strategi Menghadapi Liverpool

    Mari kita telaah, kemenangan Arsenal kemarin, tentu bukan keberuntungan semata bro. Strategi dalam meng-counter dominasi Liverpool itu disadari betul oleh sang maestro, Mikel Arteta.

    Dia menerapkan cara bermain yang menekan. Hal itu yang membuat klub ini kelabakan saat bertahan hingga akhirnya membuat kesalahan yang berujung gol untuk The Gunners.

    Bisa terlihat, ternyata klub ini beberapa kali kesulitan mencetak gol menghadapi tim-tim yang bermain bertahan.

    Sebut saja Atletico Madrid di Liga Champions lalu. Kemudian Everton dan yang terbaru jelas pertandingan melawan Burnley.

    Barisan depan mereka kesulitan untuk bisa membongkar pertahanan yang ketat. Lantaran Mo Salah dan Sadio Mane dibilang merupakan tipe pemain yang membutuhkan ruang besar untuk bisa mengembangkan permainannya.

    Dari pelajaran itu, Arteta mengambil hikmah yang baik. Sejumlah pressure Arsenal bisa dilihat dari pemain-pemainnya yang terlibat dalam setiap duel dan ke-intenans mereka.

    Dia menisbahkan bahwa semua pemain bermain harmonis sesuai dengan motto klubnya. Terutama keharmonisan dalam menekan operan dan piawai memaksa lawan membuat kesalahan.

    Jadi, jika menurut Virgil, dua gol itu adalah hadiah, maaf maaf ya. Arsenal bukan mendapat durian runtuh. Tetapi cerdas memanfaatkan momentum.

    Namun, jika modal ini tetap konsisten dipertahankan. Mampukah Arsenal berijtihad kembali dalam menghadapi Manchester City di Semi Final Piala FA nanti? (GaluhID/Maulana)

    Loading...

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    292PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan