Ciamis, galuh.id — Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi, menegaskan bahwa penerapan nilai BerAKHLAK bagi ASN merupakan bagian penting dari tahapan reformasi birokrasi yang sedang pemerintah jalankan.
Menurutnya, nilai-nilai BerAKHLAK menjadi indikator utama keberhasilan reformasi birokrasi di setiap instansi pemerintah.
Nilai tersebut bukan sekadar slogan, melainkan pedoman perilaku dan karakter yang wajib tertanam dalam diri setiap Aparatur Sipil Negara (ASN).
BerAKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Harapan, nilai-nilai ini menjadi karakter ASN dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, bukan hanya sekadar jargon,” ujar Ai Rusli, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa penerapan nilai BerAKHLAK bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
ASN yang berkarakter baik, kata Ai Rusli, akan mampu memberikan pelayanan yang profesional, empatik, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Selain menjadi dasar pembinaan etika dan perilaku ASN, nilai BerAKHLAK juga menjadi bagian dari sistem evaluasi kinerja birokrasi yang dilakukan secara berjenjang. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.
“Evaluasinya secara bertahap. Kami melaksanakan survei sesuai arahan dan kerja sama dengan pemprov Jabar. Survei tidak hanya dilakukan kepada ASN, tetapi juga kepada masyarakat atau pihak-pihak yang menerima layanan,” jelasnya.
Nilai BerAKHLAK Pondasi ASN di Era Digital
Hasil survei tersebut, lanjut Ai Rusli, menjadi bahan evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
“Saat ini hasilnya masih dalam proses dan akan disampaikan pada akhir tahun. Nanti akan kami publikasikan melalui rekan-rekan media sebagai bentuk transparansi kinerja ASN Ciamis,” ujarnya.
Ai Rusli juga menyoroti dinamika perubahan regulasi yang cukup cepat di tingkat nasional, yang menuntut ASN untuk selalu adaptif dan responsif terhadap setiap pembaruan kebijakan.
“Sekarang perubahan regulasi begitu dinamis. Kadang baru saja sosialisasi satu aturan, sudah muncul pembaruan baru. ASN harus siap, cepat menyesuaikan, dan aktif mencari informasi agar tidak tertinggal,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi ASN untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
Sekaligus menjadi alasan mengapa nilai BerAKHLAK sangat relevan diterapkan sebagai pondasi karakter aparatur negeri sipil di era birokrasi modern.
“Intinya, kami berharap nilai BerAKHLAK ini benar-benar hidup dalam keseharian ASN. ASN harus bangga melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Karena itulah wujud nyata reformasi birokrasi yang berkarakter,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
