Banjar, galuh.id – SMAN 2 Banjar akhirnya buka suara terkait beredarnya informasi mengenai kasus kekerasan psikis dan bullying yang terjadi pada salah seorang siswa, Jumat (11/4/2025).
Kasus ini berkaitan dengan kematian seorang pelajar berinisial R (17), yang mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Sungai Citanduy. Tragedi ini pun sempat menggemparkan warga.
Dalam derasnya arus informasi di media sosial, berbagai spekulasi bermunculan. Terutama mengenai keterlibatan seorang pria berinisial A yang dugaan melakukan kekerasan psikis terhadap R.
Namun, pihak sekolah menegaskan bahwa A bukan bagian dari tenaga pendidik mereka di sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, Sugeng Joniarto, mengklarifikasi bahwa A hanya hadir di sekolah dalam kapasitas juri pemilihan mojang jajaka. Sebuah acara yang juga diikuti oleh R sebagai perwakilan kelasnya.
“Dia bukan guru di sini, kami mengundangnya karena memiliki lisensi sebagai juri. Hanya itu keterlibatannya,” tegas Sugeng.
Pihak sekolah juga menepis dugaan adanya kasus bullying yang menjadi pemicu tragedi pada siswa berinisial R.
“R adalah anak yang baik, tidak ada masalah dengan teman-temannya di sekolah. Kami pastikan tidak ada insiden bullying di sekolah,” tambah Sugeng.
Meski begitu, pihak keluarga korban bersama LBH telah melaporkan kasus dugaan kekerasan psikis ini kepada polisi.
Kasat Reskrim Polres Kota Banjar, Iptu Heru Samsul Bahri, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut telah diterima dan pihaknya tengah menyusun jadwal pemeriksaan saksi.
“Betul ada laporan tersebut. Nanti kita agendakan untuk proses pemeriksaan saksi,” pungkasnya. (GaluhID/Teja)
Editor: Evi
