CIAMIS, galuh.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat kapasitas relawan kebencanaan melalui kegiatan Pelatihan Dasar Taruna Siaga Bencana (Tagana) Muda Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 18 peserta, terdiri dari 7 orang asal Kabupaten Ciamis dan 11 orang dari Kota Tasikmalaya.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2026, dengan menghadirkan pemateri dari Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya, serta Provinsi Jawa Barat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah rawan seperti Ciamis dan Tasikmalaya.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, kami mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi momentum memperkuat kesiapsiagaan dalam merespons potensi bencana,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Ciamis menempati peringkat ke-6 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam jumlah kejadian bencana. Kondisi geografis yang rentan menjadi salah satu faktor tingginya potensi tersebut.
“Diperlukan kecakapan, kombinasi kemampuan, serta kesiapan yang terlatih agar setiap unsur mampu merespons dengan cepat dan tepat saat bencana terjadi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ihsan menekankan bahwa menjadi anggota Tagana tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga panggilan kemanusiaan.
“Yang kami garis bawahi adalah nilai kemanusiaan. Ini bukan hanya tugas, tapi juga bentuk pengabdian yang bahkan bisa dimaknai sebagai bagian dari kewajiban sosial,” tegasnya.
Ia juga berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi bekal nyata dalam meningkatkan kapasitas relawan di lapangan.
“Pemerintah daerah akan terus berupaya memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui peningkatan kapasitas SDM, perbaikan sarana prasarana, serta sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Dudung, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia relawan Tagana, khususnya generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan pelatihan dasar bagi Tagana Muda dengan materi penanggulangan bencana yang disampaikan oleh para praktisi dan forum Tagana dari berbagai tingkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, materi yang diberikan mencakup pengetahuan dasar kebencanaan hingga praktik lapangan, sebagai bekal awal bagi para peserta dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan lahir relawan-relawan muda yang tangguh, sigap, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat bencana di wilayah Ciamis dan sekitarnya. (GaluhID/Tegar)
