Ciamis, galuh.id – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan berkah bagi banyak orang, termasuk bagi para pelaku usaha yang jeli melihat peluang.
Salah satu yang merasakan berkah tersebut adalah Ratu Fitra Fauzia, pemilik Queen Kitchen, sebuah home industri kue kering yang berlokasi di Dusun Bojongsari, Dewasari, Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Sejak memulai usahanya pada tahun 2015, Ratu bersama sang suami, Fikri, telah berhasil mengembangkan bisnis yang kini mampu memproduksi 20 hingga 50 toples kue kering setiap hari, tergantung pada jumlah pesanan yang masuk.
Lonjakan pesanan ini semakin terasa menjelang dan selama bulan Ramadhan, ketika permintaan pasar meningkat drastis.
Dalam menjalankan bisnisnya, Queen Kitchen menerapkan sistem pre-order (PO), yang memungkinkan pelanggan memesan terlebih dahulu sebelum produk dikirimkan.
Cara ini tidak hanya membantu dalam perencanaan produksi, tetapi juga memastikan pelanggan mendapatkan kue kering dalam kondisi segar.
“Pesanan sudah mulai masuk bahkan sebelum Ramadhan tiba. Ada yang meminta dikirim di awal, pertengahan, atau menjelang Lebaran,” ungkap Ratu saat ditemui di ruang produksi, Jumat (14/3/2025).
Dengan strategi ini, Queen Kitchen mampu mengatur produksi lebih efisien tanpa mengalami lonjakan permintaan yang tidak terkendali.
Queen Kitchen menawarkan berbagai jenis kue kering yang selalu diminati pelanggan.
Beberapa varian yang paling populer antara lain:
- Nastar (kue isi selai nanas yang lembut dan lumer di mulut)
- Semprit (kue berbentuk bunga dengan tekstur renyah dan rasa manis yang khas)
- Kastengel (kue keju gurih yang cocok dinikmati bersama teh atau kopi)
- Trampin (varian kue unik khas yang mulai banyak diminati)
- Stroberi (kue dengan aroma dan rasa buah stroberi yang segar)
- Coklat (varian kue berbahan dasar coklat yang menjadi favorit anak-anak dan dewasa)
Dari semua varian tersebut, nastar menjadi primadona karena teksturnya yang lembut dan cita rasanya yang khas, membuatnya selalu menjadi pilihan utama saat Lebaran.
Harga yang ditawarkan Queen Kitchen cukup kompetitif, sehingga menarik tidak hanya bagi pelanggan individu tetapi juga bagi para reseller.
Untuk pembelian langsung, harga per toples berkisar antara Rp 45 ribu hingga Rp 60 ribu, tergantung ukuran dan jenis kue.
Sementara itu, bagi reseller yang membeli dalam jumlah besar, Queen Kitchen menawarkan harga khusus:
- Rp 35 ribu untuk ukuran 600 ml
- Rp 45 ribu untuk ukuran 800 ml
- Rp 55 ribu untuk ukuran 1000 ml
Sistem reseller ini memungkinkan produk Queen Kitchen menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk toko-toko atau usaha lain yang ingin menjual kembali kue-kue tersebut dengan harga yang lebih kompetitif.
Demi memperluas jangkauan pemasaran, Ratu dan Fikri tidak hanya mengandalkan pemesanan langsung, tetapi juga menggunakan platform digital seperti Shopee dan GoFood.
Dengan strategi ini, pelanggan tidak hanya datang dari Ciamis, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Garut dan Bandung.
Keberadaan platform digital sangat membantu Ratu dan Fikri dalam menjangkau pelanggan di luar daerah.
“Bahkan ada pelanggan yang sudah menjadi langganan tetap dan selalu memesan setiap tahunnya,” jelas Ratu.
Meskipun harga bahan baku mengalami kenaikan, Ratu menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam usahanya.
Ratu mengaku tidak akan mengorbankan kualitas hanya demi menekan harga produksi.
“Pelanggan sudah percaya dengan produk kami, dan itu adalah hal yang paling berharga. Oleh karena itu, kami tetap mempertahankan standar kualitas terbaik,” tegasnya.
Dedikasi ini terbukti dari loyalitas pelanggan yang terus meningkat setiap tahunnya, bahkan beberapa pelanggan melakukan pemesanan jauh sebelum Ramadhan tiba.
Keberhasilan Queen Kitchen tidak hanya membawa berkah bagi keluarga Ratu dan Fikri, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi warga sekitar.
Saat ini, proses produksi masih dilakukan bersama anggota keluarga, tetapi ke depan mereka berharap dapat memperluas usaha dan merekrut tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
Ratu ingin bisnis ini berkembang lebih besar, tidak hanya sebagai usaha musiman, tetapi sebagai sumber penghasilan yang stabil sepanjang tahun.
“Dengan meningkatnya permintaan, kami optimis bahwa dalam waktu dekat kami bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” ungkap Ratu.
Fikri menambahkan bahwa meskipun bisnis ini mengalami puncak penjualan selama bulan Ramadhan, mereka berusaha menjadikannya sebagai usaha yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Fikri mengaku tidak ingin bisnis ini hanya berjalan di bulan Ramadan saja.
Ke depan, ia akan terus mengembangkan inovasi produk agar tetap relevan sepanjang tahun.
“Dengan strategi pemasaran yang semakin modern dan kualitas produk yang tetap terjaga, kami yakin usaha ini akan terus bertumbuh,” ujarnya optimis.
Fenomena meningkatnya permintaan kue kering selama bulan Ramadhan bukanlah hal baru, namun kisah sukses Queen Kitchen membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, bisnis rumahan pun bisa berkembang pesat.
Dari sistem pre-order yang efisien, varian produk yang beragam, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, semua faktor ini berkontribusi terhadap kesuksesan mereka.
Dengan semangat inovasi dan komitmen terhadap kualitas, Ratu dan Fikri membuktikan usaha home industri bukan hanya sekadar peluang musiman.
Tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil dan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
“Kami percaya bahwa bisnis ini bisa menjadi lebih besar lagi, dan dengan dukungan pelanggan serta inovasi yang terus kami kembangkan, Queen Kitchen akan terus hadir untuk memenuhi kebutuhan kue kering berkualitas tinggi bagi masyarakat,” pungkas Ratu. (GaluhID/Diana)
