Pengurus IDI Ciamis 2026–2029 Dilantik, Bupati Herdiat Ajak Perkuat Sinergi Wujudkan Ciamis Sehat

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ciamis periode 2026–2029 resmi dilantik di Aula Pendopo Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (10/7/2026).

Pelantikan yang mengusung tema “Guyub Ngawangun Galuh: Menguatkan Sinergi, Meneguhkan Pengabdian untuk Ciamis Sehat” itu menjadi momentum mempererat kolaborasi antara organisasi profesi dokter dan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus IDI periode sebelumnya yang telah mengabdi selama empat tahun terakhir, sekaligus mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru yang akan menjalankan amanah hingga 2029.

“Terima kasih kepada dr. Budi beserta seluruh jajaran atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Semoga segala pengabdian menjadi amal kebaikan karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

- Advertisement -

Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak akan berhasil tanpa didukung masyarakat yang sehat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan tenaga kesehatan menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Ciamis.

Bupati mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memberikan perhatian besar terhadap sektor kesehatan. Hal itu terlihat dari anggaran operasional dua rumah sakit daerah, yakni RSUD Ciamis dan RSUD Kawali, yang mencapai sekitar Rp208 miliar setiap tahun.

“Seluruh anggaran tersebut digunakan kembali untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dan pengembangan rumah sakit,” katanya.

Ia juga mengingatkan para dokter agar terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang berkembang sangat cepat sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

- Advertisement -

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Ciamis periode 2026–2029 dr. H. Rizali Sofiyan, M.M. menegaskan kepengurusan baru berkomitmen membangun organisasi yang profesional, adaptif, responsif, berintegritas, dan kolaboratif.

Menurutnya, tema kepengurusan bukan sekadar slogan, melainkan menjadi arah gerak organisasi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Kebersamaan dalam organisasi tidak lahir dari kemampuan satu orang, melainkan dari kekuatan seluruh anggota,” ujarnya.

Ia mengatakan nilai kearifan lokal Sunda silih asah, silih asih, dan silih asuh menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi profesi dokter. Nilai tersebut mencerminkan semangat saling belajar, saling peduli, dan saling membimbing untuk meningkatkan kompetensi serta menjaga etika profesi.

Rizali menambahkan, IDI Ciamis akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, BPJS Kesehatan, dan berbagai organisasi profesi kesehatan lainnya.

Selain meningkatkan kompetensi anggota melalui pendidikan berkelanjutan dan kegiatan ilmiah, kepengurusan baru juga akan mengembangkan transformasi digital organisasi agar pelayanan kepada anggota menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

“Hirup ulah ngarasa pangpinterna, tapi kudu jadi pangmangpaatna. Hidup tidak perlu merasa paling hebat, tetapi harus menjadi pribadi yang paling bermanfaat bagi sesama,” tutur Rizali menutup sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua IDI Wilayah Jawa Barat dr. Mohamad Luthfi, Sp.PD., Subsp.HOM(K), FINASIM, MM.RS., FISQua menyoroti tantangan organisasi profesi setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Ia menjelaskan, perubahan regulasi tersebut membuat organisasi profesi memiliki keterbatasan dalam pembinaan dan pengawasan praktik dokter, termasuk terkait rekomendasi izin praktik yang kini menjadi kewenangan pemerintah.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan agar IDI tetap mampu menjaga kompetensi, etika, dan profesionalisme anggotanya.

Selain itu, IDI Jawa Barat juga memperkuat perlindungan hukum bagi dokter melalui pembentukan lembaga bantuan hukum yang melibatkan dokter dan advokat untuk mendampingi anggota apabila menghadapi persoalan hukum.

Luthfi juga menekankan pentingnya pemerataan tenaga dokter spesialis, peningkatan sarana kesehatan, penyesuaian klasifikasi rumah sakit sesuai regulasi terbaru, hingga penguatan penanganan persoalan kesehatan masyarakat seperti tuberkulosis, stunting, dan peningkatan cakupan imunisasi.

Ia berharap kepengurusan baru IDI Ciamis mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas serta menjaga profesionalisme dokter di tengah dinamika perkembangan dunia kesehatan. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Disnakkan Ciamis Gelar Vaksinasi Rabies Gratis di Pamarican dan Rajadesa

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis untuk hewan peliharaan di Kecamatan Pamarican dan Rajadesa. Kegiatan ini bertujuan mencegah penularan rabies, mendapatkan respon positif dari masyarakat, dan dilengkapi dengan edukasi tentang perawatan hewan. Disnakkan berharap partisipasi masyarakat meningkat untuk memperluas cakupan vaksinasi.

Artikel Terkait