CFD Banjarsari Ciamis, DPRD Jabar Apresiasi Desa Cibadak

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Suasana Car Free Day (CFD) di Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, semakin semarak pada Minggu (8/11/2026). Tak hanya menjadi tempat berolahraga dan bersantai pada akhir pekan, kegiatan rutin tersebut juga menjelma menjadi pusat berburu kuliner sekaligus ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Beragam jajanan, mulai dari kuliner khas tempo dulu hingga makanan kekinian, tersaji dan menarik perhatian pengunjung. Bahkan, kegiatan tersebut turut menarik perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Arief Moushul Afandy, bersama Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, H. Asep Kurniawan, yang menyempatkan diri berburu aneka jajanan di lokasi.

CFD yang digelar setiap Minggu ini berpusat di depan Kantor Desa Cibadak, tepatnya di Dusun Wanayasa. Kehadirannya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana akhir pekan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku usaha lokal.

Menariknya, CFD kali ini tidak hanya menyuguhkan wisata kuliner. Pengunjung juga disuguhi pertunjukan seni bela diri pencak silat dan debus dari dua paguron setempat, yakni Gajah Putih dan Pencalan Cimande Kawasen (PCK).

- Advertisement -

Atraksi tersebut menambah kemeriahan kegiatan sekaligus menjadi sarana memperkenalkan seni tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan demikian, CFD Cibadak tidak hanya menggerakkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Arief Moushul Afandy, mengapresiasi penyelenggaraan CFD Desa Cibadak. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM tersebut merupakan langkah positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ini bagus sekali. Acara ini sangat positif dan tentunya akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Secara pribadi, saya siap mendukung dan menyuport,” ujarnya.

Selain sektor ekonomi, Arief juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan kelompok seni tradisional dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesenian merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman.

- Advertisement -

Ia menilai, seni dan budaya tradisional pada masa lampau juga memiliki peran penting, termasuk sebagai salah satu media penyebaran ajaran Islam. Karena itu, pelestarian kesenian daerah perlu terus dilakukan agar nilai sejarah dan budaya tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Badru, mengatakan penyelenggaraan CFD Desa Cibadak dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, salah satunya Pemerintah Desa Cibadak.

Ia menjelaskan, pada awalnya CFD tersebut dirancang sebagai wadah untuk mempromosikan produk UMKM Desa Cibadak. Namun, seiring berjalannya waktu, kegiatan itu semakin berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat maupun pelaku usaha.

“Awalnya kuliner yang akan disajikan hanya produk UMKM Desa Cibadak. Namun, seiring berjalannya kegiatan, banyak UMKM dari luar Cibadak yang ikut berkontribusi,” katanya.

Berkembangnya CFD Cibadak menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis masyarakat dapat membuka peluang ekonomi sekaligus menjadi ruang interaksi sosial dan pelestarian budaya. Kehadiran UMKM dari berbagai wilayah pun semakin memperkaya pilihan kuliner dan daya tarik bagi pengunjung.

- Advertisement -
Berita Terbaru

Hadapi PSPS Pekanbaru, Ini Starting XI PSGC Ciamis

PEKANBARU, galuh.id – PSGC Ciamis resmi mengumumkan susunan pemain yang akan diturunkan menghadapi PSPS Pekanbaru dalam lanjutan kompetisi Pegadaian...

Artikel Terkait