CIAMIS, galuh.id – Penghargaan boleh diraih, tetapi kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak boleh berhenti. Pesan tersebut kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Ciamis setelah berhasil meraih peringkat ketiga kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali.
Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), Pemkab Ciamis mendorong agar Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) terus dijalankan dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Aris Taufik Abadi, ST., mengatakan capaian tersebut tidak boleh membuat semangat menjaga lingkungan justru mengendur.
Menurutnya, penghargaan merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja daerah. Namun, kebersihan dan kelestarian lingkungan membutuhkan konsistensi yang tetap berjalan meski tidak ada penilaian maupun perlombaan.
Gerakan ASRI Harus Menjadi KebiasaanAris menegaskan, Gerakan Indonesia ASRI tidak boleh berhenti sebagai slogan ataupun program pemerintah. Lebih dari itu, gerakan tersebut harus tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat.
“Kebiasaan membersihkan lingkungan, mengelola sampah, menjaga ruang publik serta merawat lingkungan sekitar harus dilakukan secara rutin,” tegas Aris.
Dengan demikian, masyarakat melakukan kegiatan kebersihan bukan semata-mata karena ingin mendapatkan penghargaan, melainkan karena sudah terbiasa hidup dalam lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.
Gotong Royong Jadi Kekuatan CiamisSalah satu modal penting dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Ciamis adalah semangat gotong royong.
Aris menuturkan, menjaga kebersihan lingkungan tidak selalu membutuhkan kegiatan besar. Banyak persoalan dapat diselesaikan ketika masyarakat bergerak bersama.
Mulai dari membersihkan lingkungan sekitar, menjaga saluran air, merawat fasilitas umum hingga mengelola sampah dari sumbernya dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Ketika gotong royong sudah menjadi kebiasaan, menjaga lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tugas pemerintah semata,” tuturnya.
Menurut Aris, pemerintah daerah memiliki peran dalam menyiapkan kebijakan, fasilitas dan koordinasi. Namun, keberlanjutan gerakan tersebut sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.
Komitmen Pemkab Ciamis terhadap Gerakan Indonesia ASRI sebelumnya telah dituangkan melalui Surat Edaran Bupati tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Surat Edaran Nomor 600.4.15/294-DPRKPLH.03/2026 tertanggal 26 Maret 2026 tersebut diterbitkan Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri.
Melalui surat edaran tersebut, seluruh unsur di Kabupaten Ciamis didorong berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah.
Sasarannya meliputi Forkopimda, perangkat daerah, camat, pemerintah desa dan kelurahan, dunia usaha hingga masyarakat luas.
Artinya, Gerakan ASRI dibangun sebagai gerakan bersama dan bukan hanya menjadi tanggung jawab DPRKPLH.Gerakan Indonesia ASRI sendiri memiliki empat pilar utama. Aspek Aman menitikberatkan pada mitigasi risiko dan ketertiban lingkungan. Aspek Sehat berkaitan dengan sanitasi serta pengendalian pencemaran.
Sementara aspek Resik berfokus pada pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Adapun aspek Indah diarahkan pada penataan estetika lingkungan dan ruang publik.
Keempat aspek tersebut menjadi satu kesatuan dalam upaya membangun kualitas lingkungan yang lebih baik.
Implementasi Gerakan ASRI juga didorong melalui berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin.
Pemkab Ciamis mendorong pelaksanaan Selasa Bersih di lingkungan perkantoran sebelum jam kerja. Selain itu, terdapat Jumat Bersih di ruang publik dengan pelaksanaan yang tetap memperhatikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda bersih-bersih, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan. Jika dilakukan secara konsisten, aktivitas sederhana seperti membersihkan lingkungan, memilah sampah dan merawat ruang publik diharapkan menjadi perilaku yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Aris menambahkan, keberhasilan Kabupaten Ciamis meraih peringkat ketiga kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 justru menjadi pengingat agar apa yang telah dilakukan selama ini terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar menjadikan Ciamis juara pengelolaan sampah dan lingkungan, tetapi menjadikan lingkungan bersih sebagai budaya dengan gotong royong sebagai kekuatannya,” pungkasnya.
