Jumat, 23 April 2021
Jumat, 23 April 2021
BJB

CV Big Atara Klarifikasi Soal Temuan Beras BPNT Berkutu di Lumbung Ciamis

Berita Ciamis, galuh.id – Belum lama ini Ciamis sempat dihebohkan dengan temuan beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berkutu di KPM Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis.

CV Big Atara sebagai penyalur telah bertanggung jawab untuk mengganti beras berkutu tersebut, sebelum disalurkan ke KPM. Namun, beras berkutu itu bukan produksi dari CV Big Atara.

Pimpinan CV Big Atara Heni Yuliharim menjelaskan, awalnya ia hanya dimintai tolong dan membantu memasarkan CV Sri Murni untuk memasukan beras ke program BPNT di KPM.

Heni Yuliharim pun mengaku CV Big Antara merasa dirugikan terkait beras yang berkutu tersebut.

“Tentu kami merasa dirugikan. Mungkin awalnya saya hanya membantu Haji Adeng dari CV Sri Murni untuk menjual beras ke KPM untuk BPNT,” ujar Heni kepada wartawan di Ciamis, Rabu (23/9/2020).

Ketika ketahuan beras berkutu, pihaknya langsung menggantinya detik itu juga dengan beras baru dari CV Big Atara yang biasa diproduksi sendiri sebelum didistribusikan.

Kualitas Beras Produksi CV Big Atara

Heni menjelaskan bahwa beras yang ia jual kualitasnya baik. Ia juga selalu menjalin silaturahmi dengan baik dengan para agen.

“Awalnya kan beras itu untuk agen di Rajadesa. Tapi saya alihkan ke Lumbung. Ternyata memang ditemukan berasnya berkutu,” terang Heni.

Menurut Heni, kejadian ini akan menjadi pembelajaran berharga untuk ke depannya. Karena niat baik menolong ternyata tidak selalu diterima dengan baik oleh sebagian orang.

Ke depan, ia akan lebih berhati-hati lagi ketika menerima permintaan tolong dari siapapun. Jadi, intinya CV ini hanya menolong meneruskan beras saja.

”Ke depan kami akan lebih meningkatkan lagi kualitas beras yang kami produksi. Kejadian ini pelajaran berharga bagi saya tentunya,” pungkasnya.

Sebelumnya, beras bansos sembako atau yang dikenal dengan program BPNT di Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis, mendadak viral di media sosial karena memiliki kualitas jelek.

Beras bansos sembako tersebut dikabarkan mengandung kutu dan tidak layak dikonsumsi oleh keluarga penerima manfaat (KPM). (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,715FansSuka
242PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya