Ciamis, galuh.id – Eman, warga Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis Jawa Barat dilarikan ke Puskesmas Banjarsari untuk mendapatkan perawatan medis gegara digigit ular hijau, Sabtu (28/05/202).
Ia digigit ular di lengan kiri pada bagian jari manis. Akibatnya lengan kiri korban bengkak. Diketahui Kepala Keluarga ini digigit ular hijau saat menebang pohon pisang di kebun.
Narsiti, istri korban, mengatakan bahwa suaminya digigit ular hijau saat tengah menebang pohon pisang di kebun.
“Ular itu warnanya hijau, sebesar jempol kaki. Begitu digigit, suami saya langsung pulang dan dibawa ke puskesmas karena dikhawatirkan terjadi sesuatu,” kata Narsiti kepada galuh.id.
Tiba di puskesmas Banjarsari, korban langsung mendapat perawatan medis dari dokter jaga, dr Iqbal.
Baca Juga: Dispusip Ciamis Gelar Bimtek Literasi Informasi, Dorong Guru dan Pustakawan Jadi Agen Literasi
Dr. Iqbal menyampaikan korban datang ke Puskesmas sekitar pukul 10.00 WIB dan dilakukan penanganan.
“Bagian tangan yang kena gigit ular dimobilisasi atau spalk. Hal itu dilakukan agar bagian tangan yang kena gigitan ular tidak bergerak. Sebab kalau bergerak, Bisa atau racun ular akan menyebar ke seluruh tubuh. Itu yang bahaya. Makanya kita mobilisasi tangan yang kena gigit ular,” katanya.
Untuk mengetahui, ular yang menggigit pasien tersebut beracun dan tidaknya. Korban pun dicek laboratorium dengan diambil sempel darahnya.
“Sampel darah sudah diambil, nah jika dalam waktu 20 menit darahnya encer, maka ular tersebut berbisa atau beracun. Tapi jika menggumpal berarti tidak berbisa. Tetapi tetap pasien harus diobservasi selama 24 jam,” ungkapnya.
Iqbal meengimbau kepada masyarakat jika terkena gigitan ular maka harus secepatnya ditangani secara medis.
“Seperti pasien ini, bagus oleh keluarganya langsung dibawa ke puskesmas. Jadi bisa secepatnya ditangani. Sekarang kalau melihat perkembangan, pasien sudah membaik,” pungkasnya. (Uus/GaluhID)
