CIAMIS, galuh.id — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis mencatat produksi ayam potong dari peternak lokal mencapai 90 ton per hari hingga Januari 2026. Sementara itu, produksi telur ayam di Kabupaten Ciamis mencapai sekitar 40 ton per hari.
Meski produksi tergolong tinggi, penyerapan telur ayam untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai masih rendah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Disnakkan Kabupaten Ciamis, Asri Kurnia, mengatakan serapan telur ayam oleh dapur MBG di Kabupaten Ciamis saat ini baru mencapai sekitar 7 persen.
“Angka tersebut masih jauh dibandingkan tingkat penyerapan telur untuk kebutuhan pasar dan konsumsi masyarakat dalam lima tahun terakhir yang rata-rata mencapai 60 persen,” ujarnya.
Menurut Asri, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam mendukung program MBG.
Salah satu upaya dilakukan melalui koordinasi dan sosialisasi bersama Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Ciamis serta Kepala SPPG se-Kabupaten Ciamis melalui Zoom Meeting pada 17 September 2025.
Selain itu, Disnakkan juga melakukan pendataan terhadap dapur SPPG, supplier hingga pemasok bahan pangan asal hewan melalui formulir khusus.
Pengawasan keamanan pangan turut dilakukan secara langsung ke sejumlah titik distribusi dan lokasi produksi.
“Pengawasan sudah dilakukan terhadap 61 SPPG, 12 supplier, termasuk RPU/TPU dan farm ayam petelur,” jelas Asri.
Untuk mendukung optimalisasi program MBG, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga telah menetapkan Surat Keputusan Tim Satgas Percepatan Program MBG di lingkungan Disnakkan.
Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan kesiapan sarana pendukung distribusi pangan, salah satunya melalui penyediaan box freezer guna menjaga rantai suhu dingin produk peternakan.
“Fasilitas ini penting agar produk peternakan seperti daging ayam dan telur tetap dalam kondisi baik selama proses distribusi,” tuturnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Ciamis berharap distribusi bahan pangan hewani untuk program MBG dapat berjalan optimal sekaligus menjaga kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat. (GaluhID/Tegar)
