Jelang Idul Adha 1447 H, Disnakan Ciamis Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis mulai memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah peternakan dan lapak penjualan sapi.

Salah satu pemeriksaan dilakukan di Sriwijaya Farm, Dusun Cibodas, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Senin (11/5/2026).

Pemeriksaan ante mortem tersebut dilakukan guna memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat, cukup umur, dan memenuhi syarat kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Disnakan Ciamis, drh. Asri Kurnia, MP., mengatakan pengawasan dilakukan sejak awal Mei hingga menjelang Idul Adha.

- Advertisement -

“Pemeriksaan ini untuk memastikan hewan kurban sehat dan layak sesuai ketentuan. Hewan tidak boleh cacat, harus cukup umur, tidak kurus, dan dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan di Sriwijaya Farm, petugas mengambil sampel beberapa sapi untuk dicek kondisi fisik serta usianya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar sapi dinyatakan sehat dan layak kurban, sementara beberapa lainnya belum cukup umur sehingga tidak direkomendasikan untuk dijual tahun ini.

Asri menjelaskan, Disnakan Ciamis telah membentuk lima tim pemeriksa yang disebar ke 27 kecamatan. Tim tersebut melakukan pengecekan langsung ke peternak, bandar, hingga lokasi penjualan hewan kurban.

- Advertisement -

Menurutnya, hewan yang sakit maupun belum memenuhi syarat usia tidak akan diberikan surat keterangan sehat layak kurban.

“Kalau ada yang sakit tentu tidak kami loloskan. Begitu juga yang belum cukup umur,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan, Disnakan juga terus memantau potensi penyebaran penyakit ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Meski sempat ditemukan kasus PMK, kondisi di Kabupaten Ciamis disebut masih terkendali dan langsung ditangani petugas.

“Kasusnya tidak banyak dan sejauh ini bisa ditangani dengan baik,” ucap Asri.

Disnakan turut mengimbau para peternak dan pedagang agar tidak hanya mengejar penjualan, tetapi juga menjaga kualitas hewan kurban yang dipasarkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Owner Sriwijaya Farm, Yasmin Sambas, mengatakan permintaan sapi kurban tahun ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kami menyiapkan sekitar 30 ekor, sekarang ada sekitar 40 ekor sapi. Sebagian besar sudah layak kurban dari segi umur dan kesehatan,” katanya.

Ia menyebut sapi yang dijual terdiri dari berbagai jenis, seperti limosin, simmental, hingga sapi Madura, dengan harga mulai Rp23 juta hingga Rp35 juta per ekor.

Menurut Yasmin, pihaknya kini lebih selektif mendatangkan sapi dari luar daerah guna menjaga kesehatan ternak dan memastikan kualitas hewan kurban tetap terjamin. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Gemuruh Dukungan Bobotoh Warnai Nobar Persib vs Persija di Samudra Banjarsari Ciamis

Ciamis, galuh.id - Suasana penuh semangat dan euforia mewarnai acara nonton bareng (nobar) laga panas Persib Bandung melawan Persija...

Artikel Terkait