Ciamis, galuh.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Ciamis kembali memperkuat komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar melalui program Mobil Unit Perpustakaan Keliling (MUPK).
Kali ini, kegiatan bertempat di Kecamatan Banjaranyar, berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Darussalam dalam rangkaian kegiatan Kemah Dakwah 1446 H.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ciamis, Dadan Wiadi, menegaskan pentingnya menghadirkan layanan perpustakaan yang aktif dan menjangkau langsung masyarakat, khususnya pelajar.
“Program ini bukan sekadar membawa buku, tetapi juga menyebarkan semangat literasi. Membaca adalah jendela dunia, dan literasi merupakan fondasi kemajuan. Kami ingin anak-anak memahami ini sejak dini,” ujarnya.
Menurut Dadan, perpustakaan keliling menjadi salah satu program unggulan karena mampu menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki akses perpustakaan permanen.
Kegiatan di Banjaranyar pun mendapat sambutan antusias dari pelajar dan guru setempat.
“Kita perlu terus mendorong minat baca generasi muda. Tak hanya lewat buku pelajaran, tetapi juga bacaan inspiratif seperti cerita rakyat, pengetahuan umum, dan literatur motivasi,” tambahnya.
Akses Literasi Perpustakaan Keliling Disambut Antusias
Indra Mulyana, Kabid Pengolahan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, menyampaikan bahwa pendekatan langsung seperti ini terbukti efektif.
“Anak-anak dari berbagai sekolah di Banjaranyar sangat antusias membaca. Mereka menikmati buku-buku yang tersedia, berdiskusi. Bahkan mencatat hal-hal menarik yang mereka temukan,” ucapnya.
Selain menyediakan buku dengan beragam tema, tim Dinas Perpusatakaan juga menggelar aktivitas edukatif seperti diskusi, kuis, dan sesi bercerita yang melibatkan pelajar.
Indra menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari misi besar membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan kritis.
Kolaborasi dengan Pondok Pesantren Darussalam melalui Kemah Dakwah 1446 H menjadi momen strategis untuk memperluas dampak program literasi.
Kegiatan berlangsung meriah dan menunjukkan sinergi kuat antara lembaga pendidikan keagamaan dan institusi pelayanan publik.
“Kami berharap ke depan lebih banyak pesantren dan sekolah dapat kami jangkau. Literasi bukan hanya milik kota, tapi hak setiap anak bangsa di manapun mereka berada,” pungkas Dadan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan Ciamis ingin menegaskan bahwa membaca bukan hanya kegiatan akademis. Melainkan bagian penting dari pembangunan karakter bangsa. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
