Ciamis, galuh.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat program kebersihan dan pengelolaan sampah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPRKPLH Ciamis, Erwin Effendi, saat hadir dalam acara Misbar (Ciamis Beri Kabar) di Kantor PWI Ciamis, pada Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, dorongan kebijakan Bupati Ciamis serta dukungan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kekuatan Ciamis ada pada partisipasi masyarakat. Pemilahan sampah dari rumah, berdirinya bank sampah desa, hingga gerakan Jumat Bersih di desa-desa telah menjadi budaya yang luar biasa,” ujarnya.
Erwin menjelaskan, volume timbulan sampah di Kabupaten Ciamis mencapai 182.871,42 ton per tahun.
Dari jumlah tersebut, sekitar 42,44 persen atau 77.615,97 ton per tahun berhasil pemerintah daerah tangani. Sementara pengurangan sampah oleh masyarakat perkiraan mencapai 40 persen.
“Sampah yang masuk ke TPA per hari mencapai 77 ton di TPA Ciminyak dan 33 ton di TPA Sindangrasa Banjarsari. Kedua TPA ini sudah menggunakan sistem sanitary landfill. Bahkan, pemanfaatan gas metana untuk energi juga sedang dikaji pemanfaatannya,” terang Erwin.
Selain itu, bank sampah menjadi salah satu inovasi yang terus berkembang. Saat ini, terdapat sekitar 280 unit bank sampah dan dua bank sampah induk di Ciamis dan Rancah.
“Banyak warga yang sudah mendapatkan manfaat ekonomi dari bank sampah. Bahkan, sistem reward kepada masyarakat semakin menumbuhkan kesadaran,” tambahnya.
Dalam hal penegakan hukum, Erwin menegaskan telah ada Perda dan Perbup sebagai payung hukum untuk menindak pembuangan sampah sembarangan.
Pasukan Ungu yang berjumlah 820 petugas juga menjadi garda terdepan menjaga kebersihan ruang publik dari sampah.
“Bersih itu iman, bersih itu sehat. Ke depan, kami terus berinovasi, termasuk menjajaki potensi peningkatan PAD dari retribusi persampahan,” kata Erwin.
Ia menambahkan, Ciamis kini telah terbiasa menghadapi penilaian kebersihan, termasuk dalam ajang Adipura maupun penghargaan provinsi.
“Masyarakat dan petugas sudah bergerak rutin, bukan sekadar seremonial. Itu kekuatan kita,” tuturnya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
