Ciamis, galuh.id – Dua kejadian rumah ambruk akibat hujan deras dan kondisi bangunan yang sudah lapuk terjadi di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Peristiwa pertama menimpa rumah milik Nuryanto di Dusun Pasir Angin, Desa Margajaya, pada Jumat (19/6/2025) pukul 18.00 WIB.
Sedangkan kejadian kedua terjadi pada Minggu (22/6/2025) pukul 02.00 WIB, menimpa rumah Jeni Ramadhani di Dusun Sukajadi, Desa Sukajadi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan, kedua insiden tersebut disebabkan oleh faktor cuaca. Ditambah usia bangunan yang sudah tidak layak huni.
Baca Juga: Disdukcapil Ciamis Lembur Demi Rekam KTP-el Lansia dan Disabilitas
“Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan tanah menjadi labil. Ditambah kondisi rumah yang sudah lapuk, hal ini memicu runtuhnya bangunan,” ujar Ani, Senin (23/6/2025).
Dalam kejadian di Desa Margajaya, bagian dapur rumah milik Nuryanto yang dihuni oleh satu kepala keluarga (4 jiwa) rusak parah.
Sementara di Desa Sukajadi, rumah milik Jeni Ramadhani yang dihuni satu orang juga roboh hingga ia harus mengungsi untuk sementara waktu.
“Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut, namun kondisi rumah rusak cukup parah dan tidak bisa dihuni tanpa perbaikan,” jelas Ani.
Sebagai langkah cepat, BPBD Kabupaten Ciamis langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan distribusi bantuan logistik darurat berupa paket sembako.
“Tim kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Kami juga telah menyerahkan bantuan logistik awal untuk meringankan beban warga terdampak,” imbuhnya.
Ani Supiani menambahkan bahwa pihaknya juga merekomendasikan agar Baznas Kabupaten Ciamis turut memberikan dukungan dalam bentuk bantuan perbaikan rumah.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah penanganan darurat dan perbaikan tempat tinggal. Kami berharap ada sinergi dari berbagai pihak, termasuk Baznas, agar warga segera dapat kembali tinggal dengan aman,” pungkas Ani.
(GaluhID/Tegar)
