Banjar, galuh.id – Ketua PGRI Kota Banjar terpilih tahun 2025, Encang Zaenal Muarif, menyuarakan komitmennya untuk memperkuat solidaritas dan semangat kolektif para guru.
Kemudian pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan.
Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan visi Banjar Berdaya Bangun Masagi sebuah cita-cita untuk membentuk masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Dalam keterangannya, Encang menyoroti persoalan 1.350 siswa SD yang belum terlacak keberadaannya.
Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap fenomena ini, yang mencerminkan adanya ketimpangan akses pendidikan dan lemahnya sistem pendataan.
Angka ini menurut Encang, muncul karena belum ada laporan dari orang tua ataupun siswa ke sekolah asalnya.
Kemudian, jika melihat kenyataan di lapangan, banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah karena faktor ekonomi.
“Wajar, karena meskipun biaya pendidikan digratiskan, kebutuhan sehari-hari tetap jadi tantangan bagi sebagian orang tua,” ungkap Encang, Kamis (3/7/2025).
Untuk menanggulangi persoalan tersebut, Encang menginisiasi program infak di sekolah sebagai bentuk solidaritas sosial.
Ia menyadari bahwa kepedulian bukan hanya soal belas kasih, tapi juga tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan sesama. Dengan menggandeng para guru dan siswa.
“Program infak ini sudah saya terapkan di sekolah saya mengajar, dan hasilnya cukup efektif. Dana infak digunakan untuk membantu operasional siswa yang kurang mampu, agar mereka tidak putus sekolah,” jelasnya.
Hal ini lanjut Encang, bentuk kepedulian konkret yang bisa dilakukan secara kolektif oleh pihak sekolah dan guru.
Tak hanya itu, Encang yang juga guru di SMA Negeri 3 Banjar menegaskan arah kepemimpinannya di PGRI akan menjadi mitra strategis yang mandiri dan kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Pihaknya ingin PGRI berperan aktif meningkatkan kualitas pendidikan, solidaritas, dan kesejahteraan guru.
“Target kami juga mencakup peningkatan indeks pembangunan manusia, budaya literasi, dan rata-rata lama sekolah di Kota Banjar. Guru harus jadi lokomotif perubahan,” pungkasnya. (GaluhID/Teja)
Editor: Evi
