CIAMIS, galuh.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mengakselerasi pengelolaan lingkungan melalui program “BerSeKa” (Bersih se-Kecamatan) yang kini mulai digerakkan secara serempak.
Terhitung mulai hari ini hingga Rabu, sebanyak 9 tim diterjunkan untuk melakukan penilaian awal kebersihan dan sistem pengelolaan sampah di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Ciamis.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu hingga ke tingkat desa.
Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dalam mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui penguatan sektor lingkungan hidup serta peningkatan partisipasi masyarakat.
Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan (KPP) DPRKPLH Ciamis, Irwan Efendi, mengatakan program “BerSeKa” menghadirkan pendekatan baru dalam menilai kebersihan wilayah.
“Penilaian tidak hanya dilihat dari bersih atau tidaknya suatu wilayah, tetapi lebih kepada bagaimana sistem pengelolaan sampah itu berjalan, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga penanganan akhirnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penilaian dilakukan berbasis kecamatan, namun dimulai dari tingkat desa. Setiap desa akan melalui proses seleksi sebelum masuk ke tahap penilaian tingkat kecamatan.
Selain kebersihan lingkungan, indikator penilaian juga mencakup kawasan perkantoran, permukiman, pasar, serta inovasi yang dikembangkan di masing-masing wilayah.
“Jadi bukan hanya bersih secara visual, tapi juga ada sistem dan inovasi yang berjalan,” tambahnya.
Irwan menuturkan, pelaksanaan program ini telah melalui tahapan yang terstruktur. Pada minggu ke-3 hingga ke-4 April dilakukan sosialisasi program BerSeKa kepada seluruh wilayah.
Selanjutnya, pada bulan Mei akan dilaksanakan penilaian lapangan secara menyeluruh oleh tim, sebelum akhirnya memasuki tahap apresiasi pada bulan Juni.
Untuk menjamin objektivitas, tim penilai melibatkan unsur lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, pihak eksternal, hingga komunitas bank sampah.
“Penilaian dilakukan langsung di lapangan, bukan hanya berdasarkan laporan. Ini untuk memastikan kondisi yang dinilai benar-benar riil,” tegasnya.
Ia menambahkan, perubahan indikator ini menuntut adanya aksi nyata di setiap wilayah, tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga memastikan keberlanjutan sistem pengelolaan sampah.
Melalui program “BerSeKa”, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap dapat mendorong keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai elemen lainnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Dengan sinergi semua pihak, kami optimistis BerSeKa bisa menjadi gerakan bersama dari kabupaten hingga desa untuk mewujudkan Ciamis yang bersih, hijau, dan berdaya saing,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
