Harga Plastik di Ciamis Naik Hingga 50 Persen, Dipicu Kelangkaan Bahan Baku Global

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Harga plastik di Kabupaten Ciamis mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai sekitar 50 persen dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipicu oleh kelangkaan bahan baku plastik di tingkat global yang berdampak langsung pada pasokan di daerah.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, Asep, menjelaskan bahwa industri plastik di Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku impor, khususnya Nafta, yang sebagian besar berasal dari kawasan Timur Tengah.

“Produksi plastik di dalam negeri itu bahan bakunya sekitar 60 sampai 70 persen masih impor, terutama Nafta. Saat ini pasokan dari luar negeri terganggu sehingga terjadi kelangkaan,” ujar Asep, pada Selasa (21/4/2026).

Ia menyebutkan, salah satu faktor yang turut memengaruhi terganggunya pasokan adalah kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi global, termasuk kawasan Selat Hormuz.

- Advertisement -

Akibat kondisi tersebut, ketersediaan plastik di pasar Ciamis menjadi terbatas. Sementara itu, permintaan masyarakat tetap tinggi, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan pelaku UMKM.

“Dampaknya stok di Ciamis juga berkurang. Ini sangat berpengaruh, terutama bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang menggunakan plastik sebagai kemasan produk,” jelasnya.

Asep menambahkan, jenis plastik yang paling banyak digunakan masyarakat adalah plastik kemasan seperti kresek untuk makanan dan kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional.

Dengan adanya kenaikan harga dan keterbatasan stok, DKUKMP Ciamis berharap pemerintah pusat dapat mencari alternatif negara pemasok bahan baku di luar kawasan Timur Tengah guna mengurangi ketergantungan impor.

- Advertisement -

“Informasinya pemerintah juga sedang mencari alternatif negara lain untuk impor bahan baku, supaya tidak terlalu bergantung pada satu kawasan saja,” katanya.

Di sisi lain, Asep juga mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kondisi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan plastik. Bisa dengan membawa tas belanja sendiri, atau beralih ke bahan alternatif seperti daun, terutama untuk kemasan makanan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, terlebih menjelang momen hari besar keagamaan seperti Idul Adha yang biasanya meningkatkan konsumsi kemasan plastik di masyarakat.

“Kalau bisa dihindari penggunaan plastik sekali pakai. Selain membantu lingkungan, ini juga bisa mengurangi dampak dari kelangkaan saat ini,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Herdiat Hadiri Rakornas Pertanian, Pemerintah Siapkan Rp12 Triliun untuk Perkuat Ketahanan Pangan

JAKARTA, galuh.id – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada...

Artikel Terkait