Inovasi Limbah Tahu, ASN Ciamis Raih Juara 3 PNS Berprestasi Jabar

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Tatang Hidayat tenaga sanitarian UPTD Puskesmas Cipaku, Kabupaten Ciamis, berhasil menembus tiga besar Finalis ASN Berprestasi Jawa Barat 2025 untuk kategori Inovasi.

Prestasi tersebut teraih berkat inovasi pengolahan Limbah Tahu Menjadi Pupuk Organik Cair dan Paving Blok HU.

Inovasi itu membawanya meraih Juara 3 PNS Berprestasi Tingkat Jabar 2025 pada acara Penganugerahan PNS Berprestasi di Gedung Sabuga Bandung, Selasa (18/11/2025), yang dihadiri langsung Gubernur Dedi Mulyadi.

Perjalanan Tatang menuju panggung penghargaan tidak singkat.

- Advertisement -

Ia melalui lima tahap penilaian yang berlangsung selama berbulan-bulan, termasuk visitasi lapangan pada 7 Oktober 2025 oleh tim asesor yang terdiri dari akademisi terkemuka.

Tim asesor ini antara lain Prof. H. Agus Ahmad Safei (UIN Sunan Gunung Djati Bandung). Prof. H. Karim Suryadi (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung)

Kemudian Prof. Ridwan Sutriadi (Institut Teknologi Bandung), dan Dr. Ferry Hadiyanto (Universitas Padjadjaran)

Visitasi tersebut juga dihadiri Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Sekda Ciamis Andang Firman, Kadinkes Ciamis dr. Rizali, Kepala BKSDM Ai Rusli.

- Advertisement -

Selain itu juga hadir Kepala Puskesmas Cipaku Mimin Sutisna Daryanto, Muspika Cipaku, penyuluh pertanian, pengusaha tahu Dodi, serta sejumlah media.

“Alhamdulillah, yang terpenting memiliki kemanfaatan dan keberkahan bagi orang banyak,” ujar Tatang.

ASN Ciamis Berprestasi, Bupati Apresiasi

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya turut memberikan apresiasi dalam visitasi tersebut.

“Juara bukan segalanya. Terpenting adalah kemanfaatannya. Inovasi saudara Tatang memiliki multiplier effect dari sisi lingkungan, pertanian, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan pemerintahan. Saya sangat mengapresiasi adanya ASN Ciamis yang mampu membuat inovasi seperti ini,” ujarnya.

Tatang seorang sanitarian berdedikasi, mengembangkan inovasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap pencemaran Sungai Cibuyut, Cipaku, akibat limbah tahu.

Sungai tersebut tercatat memiliki tingkat pencemaran tinggi, dengan BOD mencapai 3000 mg/L dan COD sekitar 5000 mg/L—jauh melampaui ambang batas normal.

Melalui serangkaian eksperimen, Tatang berhasil mengolah limbah tahu melalui proses fermentasi dengan campuran khusus hingga menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) yang kaya unsur hara seperti Natrium, Fosfor, dan Kalium.

POC ini terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman hingga 30 persen.

Tidak berhenti di sana, Tatang juga memanfaatkan lumpur tahu yang selama ini menjadi limbah.

Dengan mencampurkannya dengan semen dan pasir, ia menciptakan Paving Blok HU, produk ramah lingkungan yang kuat dan memiliki nilai estetika.

Inovasi ini bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi luar biasa.

Berdasarkan hitungan Tatang, limbah dari satu pabrik tahu jika diolah menjadi POC dapat menghasilkan omzet hingga Rp270 juta per hari, atau setara dengan Rp5 miliar per tahun. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Siswi Ciamis Ukir Prestasi Internasional, Bawa Persib Putri U-12 Juara di Singapura

Ciamis, galuh.id — Seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah asal Banjarsari Ciamis, Suci Nurani (12), sukses mengharumkan nama daerah setelah turut...

Artikel Terkait