Jamaah Masjid Banjarsari Ciamis Kehilangan Motor, Diduga Dicuri Saat Salat Isya

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Seorang jamaah Masjid Besar Al-Qausaen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, kehilangan sepeda motor yang dugaan dicuri saat sedang melaksanakan salat Isya berjamaah, Minggu (21/6/2026) malam.

Motor milik Haji Pendi, warga Dusun Neglasari RT 10 RW 03, Desa Banjarsari, itu hilang saat diparkir di samping sebelah kiri masjid.

Pendi mengatakan, sepeda motor jenis Honda Beat Street miliknya hilang sekitar pukul 19.30 WIB. Ia menduga pelaku melancarkan aksinya ketika jamaah sedang menjalankan salat Isya.

“Pelaku dugaan melakukan aksinya saat pelaksanaan salat Isya,” ujar Pendi.

- Advertisement -

Saat kejadian, ia tengah mengikuti salat berjamaah. Namun ketika memasuki rakaat kedua, ia merasakan sakit perut sehingga memutuskan membatalkan salat dan keluar dari masjid.

“Setelah keluar, motor yang saya parkirkan di samping masjid sudah tidak ada,” katanya.

Menurutnya, lokasi tersebut sudah biasa ia gunakan untuk menyimpan kendaraan karena jaraknya tidak jauh dari masjid.

“Saya biasa menyimpan motor di tempat itu,” ungkapnya.

- Advertisement -

Pendi yang juga merupakan pengurus DKM Masjid Besar Al-Qausaen menduga motornya ada yang mencuri. Motor tersebut berwarna hitam dengan nomor polisi Z 6952 TAC.

“Saya menduga motor saya hilang ada yang mencuri,” ucapnya.

Ia menyebut, ciri khusus kendaraan miliknya terdapat stiker Kavaleri yang ditempel di bagian belakang motor. Pendi pun telah melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Banjarsari.

Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dan kendaraan miliknya bisa kembali. (GaluhID/Uus)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

PSGC Ciamis di Championship 2026; Kejutan Taktik Laskar Singacala Hadapi Klub Elite?

PSGC Ciamis merayakan promosi ke Championship 2026, menandai sebuah langkah bersejarah bagi sepak bola daerah Jawa Barat. Euforia ini diimbangi dengan persiapan matang dan target promosi ke kasta tertinggi. Klub harus menghadapi kompetisi ketat dengan sistem triple round robin dan mempersiapkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung penampilan mereka.

Artikel Terkait