Galuh ID – Jerawat meradang harus pakai apa untuk mengobatinya? Jerawt ini adalah jenis jerawat yang ditandai dengan benjolan merah, nyeri saat disentuh, dan terkadang berisi nanah.
Kondisi ini terjadi karena pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri, sehingga menimbulkan peradangan. Penanganan jerawat meradang harus hati-hati agar tidak meninggalkan bekas atau memperburuk kondisi kulit.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kubalahin (pafikubalahin.org) membagikan tips terkait jenis perawatan yang bisa digunakan untuk mengatasi jerawat meradang. Simak penjelasan berikut.
Baca Juga: Tiga Makanan yang Harus Dihindari saat Jerawatan, Jangan Salah!
Jerawat Meradang Harus Pakai Apa?
- Obat Topikal dengan Bahan Aktif
Gunakan krim atau gel jerawat yang mengandung bahan berikut:- Benzoyl Peroxide: Membunuh bakteri penyebab jerawat dan membantu mengurangi peradangan.
- Asam Salisilat (Salicylic Acid): Membantu mengelupas sel kulit mati dan membersihkan pori-pori yang tersumbat.
- Retinoid Topikal: Seperti adapalene, efektif mengatasi peradangan dan mencegah jerawat baru muncul. Oleskan obat hanya pada area jerawat, dan hindari penggunaan berlebihan karena dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi.
- Kompres Dingin
Untuk meredakan nyeri dan bengkak, tempelkan kain bersih yang dibasahi air dingin ke area jerawat selama beberapa menit. Kompres dingin membantu mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan. - Krim Anti-inflamasi atau Antibiotik
Jika jerawat sangat meradang, dokter kulit bisa meresepkan krim antibiotik seperti clindamycin atau krim dengan kandungan antiinflamasi untuk mengurangi kemerahan dan pembengkakan. - Hindari Memencet Jerawat
Memencet jerawat yang meradang bisa memperburuk peradangan, menyebarkan bakteri, dan juga meninggalkan bekas luka atau bopeng. - Jaga Kebersihan Wajah
Cuci wajah dua kali sehari dengan sabun khusus wajah yang lembut dan bebas alkohol. Hindari produk yang mengandung pewangi atau terlalu abrasif.
Jerawat meradang harus ditangani dengan produk yang tepat dan kebiasaan perawatan kulit yang baik. Jika kondisi tidak membaik dalam beberapa minggu atau makin parah, segera konsultasikan ke dokter kulit untuk penanganan lebih lanjut, seperti terapi oral atau prosedur klinis. (GaluhID)

