Senin, 25 Januari 2021
Senin, 25 Januari 2021
 
 

Kasus Covid-19 di Gedung Sate dan DPRD Jabar Jadi Klaster Perkantoran

Berita Jabar, galuh.id – Ketua Gugus Tugas Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan, kasus positif Covid-19 di Gedung Sate dan DPRD Jabar diduga akibat mobilitas di luar kantor atau aktivitas pegawai sepulang kerja.

Temuan kasus di dua tempat itu tak serta-merta menjadikan kedua gedung pemerintahan tersebut sebagai klaster penyebaran Covid-19. Apalagi sumber virus belum diketahui secara spesifik.

Ia mengatakan, bukan gedungnya sebagai sumber penyebaran Covid-19. Tapi lebih kepada mobilitas tak dibatasi di masa AKB ini. Sehingga pegawai Gedung Sate atau DPRD, sepulang kantor punya pola kegiatan yang tak bisa dikontrol oleh kantor.

“Lebih bijak disebut klaster perkantoran. Karena sumber datangnya virus tidak spesifik. Bisa dari 1 orang. Bisa dari banyak orang. Ini berbeda ketimbang awal pandemi dimana klaster spesifik,” ujar Emil, sapaan akarab Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (15/8/2020).

Sulitnya memantau aktivitas para pegawai di luar kantor, Emil berujar pihaknya hanya bisa menekankan pentingnya protokol kesehatan 3M. Yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun kepada para pegawai.

Kepada para anggota dewan, Emil pun berpesan agar mereka tidak mendatangi atau mendekati daerah Zona Merah (Risiko Tinggi) dalam agenda kunjungan kerja DPRD.

“Saya sudah diskusi dengan Ketua DPRD. Agar diberi panduan kepada anggota dewan untuk tidak mendatangi lokasi kerja yang dekat Zona Merah,” tuturnya.

Gedung Sate dan DPRD Jabar Ditutup

Sesuai dengan protap Gugus Tugas Jabar, suatu tempat harus ditutup selama 14 hari jika ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Aturan tersebut juga berlaku di Gedung Sate dan DPRD Jabar.

”Produktivitas tidak boleh berhenti. Artinya, yang tidak terpapar dikondisikan kerja dari rumah. Hal ini sudah diatur termasuk untuk di gedung dewan,” ujarnya.

Adapun temuan kasus positif di Gedung Sate dan DPRD Jabar merupakan upaya Gugus Tugas Jabar untuk meningkatkan jumlah pengetesan uji usap (swab test) metode PCR dan pelacakan kontak erat.

Ia juga menjelaskan, mayoritas kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Gedung Sate merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) atau kasus asimtomatik.

Kepada OTG itu, Emil mengatakan bahwa Pemda Provinsi Jabar memfasilitasi isolasi mandiri di Kantor BPSDM Jabar di Kota Cimahi sebagai Pusat Isolasi Mandiri Jabar.

“Kami ada infrastruktur yang cukup dibanggakan. Yaitu BPSDM di Kota Cimahi sebagai pusat isolasi yang dimonitor secara baik untuk OTG di Jabar,” ucapnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) per 15 Agustus 2020 pukul 16:30 WIB, sudah dilakukan sebanyak 189.830 tes PCR di Jabar dengan hasil 11.413 positif.

“Kami sudah masifkan pengetesan di seluruh perkantoran se-Jabar. Kami terus lakukan tes PCR sebanyak-banyaknya. Mengejar cita-cita bisa tes 50 ribu sampel dalam seminggu,” kata Emil. (GaluhID/Evi)

Loading...

Artikel Terkait

Tren Pakai Masker dan Jaga Jarak di Jabar Meningkat, Berikut Datanya

Berita Jabar, galuh.id - Setelah penerapan PPKM dari tanggal 11 Januari 2021, tingkat kesadaran warga Jabar dalam menggunakan masker dan menjaga jarak kian meningkat. Penilaian...

Lewat Film, Jabar Sosialisasikan Prokes Saat Berwisata

Berita Jabar, galuh.id - Pemprov Jabar bersama Aria Production lewat film akan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes) saat berwisata. Tujuannya adalah supaya penanganan Covid-19 dan...

Disiplin Prokes Jabar Meningkat Karena PPKM

Berita Jabar, galuh.id - Disiplin Prokes Jabar meningkat, setelah Jawa Barat (Jabar) menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Senin (11/1/2021). PPKM tersebut akan berlangsung...

Temukan Kami

48,104FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya