Minggu, 1 Agustus 2021
Minggu, 1 Agustus 2021
BJB

Kasus Covid-19 di Gedung Sate dan DPRD Jabar Jadi Klaster Perkantoran

Berita Jabar, galuh.id – Ketua Gugus Tugas Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan, kasus positif Covid-19 di Gedung Sate dan DPRD Jabar diduga akibat mobilitas di luar kantor atau aktivitas pegawai sepulang kerja.

Temuan kasus di dua tempat itu tak serta-merta menjadikan kedua gedung pemerintahan tersebut sebagai klaster penyebaran Covid-19. Apalagi sumber virus belum diketahui secara spesifik.

Ia mengatakan, bukan gedungnya sebagai sumber penyebaran Covid-19. Tapi lebih kepada mobilitas tak dibatasi di masa AKB ini. Sehingga pegawai Gedung Sate atau DPRD, sepulang kantor punya pola kegiatan yang tak bisa dikontrol oleh kantor.

“Lebih bijak disebut klaster perkantoran. Karena sumber datangnya virus tidak spesifik. Bisa dari 1 orang. Bisa dari banyak orang. Ini berbeda ketimbang awal pandemi dimana klaster spesifik,” ujar Emil, sapaan akarab Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (15/8/2020).

Sulitnya memantau aktivitas para pegawai di luar kantor, Emil berujar pihaknya hanya bisa menekankan pentingnya protokol kesehatan 3M. Yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun kepada para pegawai.

Kepada para anggota dewan, Emil pun berpesan agar mereka tidak mendatangi atau mendekati daerah Zona Merah (Risiko Tinggi) dalam agenda kunjungan kerja DPRD.

“Saya sudah diskusi dengan Ketua DPRD. Agar diberi panduan kepada anggota dewan untuk tidak mendatangi lokasi kerja yang dekat Zona Merah,” tuturnya.

Gedung Sate dan DPRD Jabar Ditutup

Sesuai dengan protap Gugus Tugas Jabar, suatu tempat harus ditutup selama 14 hari jika ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Aturan tersebut juga berlaku di Gedung Sate dan DPRD Jabar.

”Produktivitas tidak boleh berhenti. Artinya, yang tidak terpapar dikondisikan kerja dari rumah. Hal ini sudah diatur termasuk untuk di gedung dewan,” ujarnya.

Adapun temuan kasus positif di Gedung Sate dan DPRD Jabar merupakan upaya Gugus Tugas Jabar untuk meningkatkan jumlah pengetesan uji usap (swab test) metode PCR dan pelacakan kontak erat.

Ia juga menjelaskan, mayoritas kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Gedung Sate merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) atau kasus asimtomatik.

Kepada OTG itu, Emil mengatakan bahwa Pemda Provinsi Jabar memfasilitasi isolasi mandiri di Kantor BPSDM Jabar di Kota Cimahi sebagai Pusat Isolasi Mandiri Jabar.

“Kami ada infrastruktur yang cukup dibanggakan. Yaitu BPSDM di Kota Cimahi sebagai pusat isolasi yang dimonitor secara baik untuk OTG di Jabar,” ucapnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) per 15 Agustus 2020 pukul 16:30 WIB, sudah dilakukan sebanyak 189.830 tes PCR di Jabar dengan hasil 11.413 positif.

“Kami sudah masifkan pengetesan di seluruh perkantoran se-Jabar. Kami terus lakukan tes PCR sebanyak-banyaknya. Mengejar cita-cita bisa tes 50 ribu sampel dalam seminggu,” kata Emil. (GaluhID/Evi)

Artikel Lainnya

Loading...

Temukan Kami

47,551FansSuka
265PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan