Kolesterol tinggi sering kali disebut sebagai “silent killer” karena tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awalnya. Namun, seiring waktu, kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah. Selain itu juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Mengenali tanda awal kolesterol tinggi dapat membantu Anda mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Jakpus (pafijakpus.org), salah satu tanda yang mungkin muncul adalah nyeri dada (angina), terutama saat beraktivitas fisik. Hal ini terjadi karena aliran darah ke jantung terhambat oleh plak kolesterol. Selain itu, mudah lelah dan sesak napas juga bisa menjadi indikasi bahwa jantung bekerja lebih keras dari biasanya.
Baca Juga: Mengobati Infeksi Saluran Kemih, Bagaimana Caranya?
Pada beberapa kasus, kolesterol tinggi juga dapat memunculkan xanthelasma, yaitu benjolan kuning di sekitar kelopak mata akibat penumpukan lemak. Nyeri pada betis saat berjalan atau kram di kaki juga bisa menandakan adanya gangguan peredaran darah karena aterosklerosis.
Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah pusing mendadak, penglihatan kabur, atau kesemutan di satu sisi tubuh, yang bisa menjadi tanda peringatan awal dari stroke akibat penyumbatan pembuluh darah oleh kolesterol.
Sementara itu Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Lampung (pafikotalampung.org) menyebut, banyak orang dengan kolesterol tinggi tidak merasakan gejala apa pun. Akhirnya seringkali malah terjadi komplikasi serius. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin kadar kolesterol sangat dianjurkan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, memiliki pola makan tinggi lemak, atau kurang berolahraga.
Menjaga pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi makanan berlemak jenuh, berhenti merokok, dan rutin berolahraga, adalah langkah penting dalam mengontrol kadar kolesterol dan mencegah risiko komplikasi jangka panjang. (GaluhID)
