CIAMIS, galuh.id – Ada kisah menarik di balik dukungan suporter Semen Padang FC saat menghadapi PSGC Ciamis di Stadion Galuh, Sabtu (26/9/2026).
Di tribun selatan, para suporter Kabau Sirah membentangkan spanduk bertuliskan, “Galuh Bumi Kami, Minang Leluhur Kami.” Kalimat tersebut menggambarkan kedekatan mereka dengan Ciamis sebagai tempat tinggal, sekaligus penghormatan terhadap tanah Minangkabau sebagai tanah leluhur.
Pendra, salah seorang suporter Semen Padang yang hadir di Stadion Galuh, mengatakan dirinya bersama sejumlah pendukung lainnya telah lama tinggal di Ciamis.
Meski telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tatar Galuh, kecintaan terhadap Semen Padang FC dan identitas Minangkabau tetap mereka jaga.
“Galuh ini sudah menjadi bumi kami karena kami tinggal di sini sudah lama. Tapi Minang tetap leluhur kami,” ujar Pendra usai pertandingan.
Menurutnya, kecintaan terhadap Semen Padang tidak membuat mereka kehilangan rasa hormat kepada PSGC sebagai tuan rumah. Persaingan di lapangan, kata dia, tetap dapat berjalan beriringan dengan sikap saling menghargai.
Pada pertandingan tersebut, Semen Padang FC berhasil membawa pulang tiga poin setelah mengalahkan PSGC Ciamis dengan skor 2-0. Dua gol Semen Padang dicetak Ilija Spasojevic dan M. Rahmat.
Kemenangan tersebut disambut sukacita para suporter Kabau Sirah. Namun, Pendra juga tetap memberikan dukungan kepada PSGC agar mampu bangkit pada pertandingan berikutnya.
“Senang Semen Padang bisa menang dan mendapat tiga poin. Tapi kami juga tetap support PSGC. Semoga pertandingan selanjutnya PSGC bisa mendapatkan hasil terbaik,” katanya.
Pertandingan berlangsung aman dan kondusif. Para pendukung kedua tim dapat memberikan dukungan tanpa terjadi gesekan.
Suasana hangat juga terlihat setelah pertandingan. Para pemain Semen Padang menghampiri pemain dan staf pelatih PSGC, termasuk CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya.
Sebelum meninggalkan lapangan, para anak asuh Nil Maizar tersebut kemudian menghampiri dan berjejer di depan tribun selatan untuk mendapatkan apresiasi dari para pendukung melalui chant khas Kabau Sirah.
Momen menarik lainnya terjadi ketika CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, melintas di depan tribun selatan. Pendra bersama rekan-rekannya justru meneriakkan, “PSGC! PSGC! PSGC!” sebagai bentuk dukungan kepada tim kebanggaan Ciamis.
Kehadiran mereka di Stadion Galuh sore itu seolah menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola bukan hanya tentang menang dan kalah. Ada identitas yang tetap mereka bawa yaitu hidup dan menjadi bagian dari Tatar Galuh, namun tetap tidak melupakan akar Minangkabau.
