oleh

Kota Tasikmalaya Kekurangan 700 Tenaga Pendidik SD

 
 

Berita Tasikmalaya, galuh.id – Hingga saat ini Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik. Untuk tenaga pendidik di tingkat SD misalnya, kekurangannya masih mencapai 700 orang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Tasikmalaya, Budiman Sanusi usai mengikuti pembinaan walikota Tasikmalaya H Budi Budiman di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya bertempat di Aula Kantor Disdik Komplek Perkantoran.

Menurut Budiman, kekurangan SDM tenaga pendidik di lingkungan kedinasannya terus berlanjut hingga tahun 2020. Salah satu penyebabnya karena SDM yang pensiun dan masuk tidak seimbang.

Untuk jumlah SDM tenaga pendidik yang pensiun jumlahnya sekitar 50 orang pertahun. Bahkan diprediksi tahun 2020 ini akan ada ratusan orang pengajar yang juga pensiun.

Makin besar kekurangan tenaga pendidik di kita,” ujar Budiman, kepada awak media, Selasa (14/1/2020).

Kurangnya SDM tersebut, dikatakan Budiman, memang bukan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Daerah.

Sebab kuota penambahan pengajar yang diberikan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meskipun dibantu oleh tenaga honorer, SDM tenaga pendidik tetap kurang.

Berdayakan Tenaga Pendidik Yang Ada

Pihaknya akan tetap memberdayakan tenaga yang ada saat ini. Walapun kondisi gajinya masih belum layak. Hal tersebut untuk memperekcil kekurangan.

Akan tetapi untuk para pengajar honorer, ada celah dengan menggunakan sertifikasi guru yang di dalamnya terdapat peningkatan anggaran.

Adapun hal yang harus diperhatikan dalam dunia pendidikan di zaman digitalisasi saat ini menyangkut kualitas guru, baik cara pengajaran serta ujiannya.

“Ada celah dari sertifikasi guru untuk meningkatkan anggaran. Namun bukan hanya itu, pendidik pun harus memiliki kualitas yang baik karena hal tersebut sangat penting,” paparnya.

Terkait wacana ujian akhir nasional tingkat SMP, dikatakan Budiman, dirinya membenarkan tahun ini merupakan yang terakhir dilaksanakan. Termasuk, ujar dia, USBN untuk SD dihilangkan yang disetujuinya karena bertujuan untuk meningkatkan SDM.

Ia sangat setuju untuk meningkatkan SDM agar mereka lebih termotivasi dan terpacu untuk menjadi lebih baik. Dengan begitu pelulusannya akan diserahkan kepada sekolah masing-masing.

Sementara itu Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman mengatakan, pembinaan di lingkungan Dinas Pendidikan khususnya guna mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi selama ini dalam melaksanakan tupoksi di Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

“Tidak hanya Disdik, namun semua SKPD kita bahas. Baik itu berkaitan dengan anggaran, kinerja dan yang lainnya,” ujar Budi.

Dikatakan Budi, di tahun 2029 sesuai visi misi, pihaknya akan terus meningkatkan kualiatas mutu pelayanan di semua SKPD  termasuk di Dinas Pendidikan. (GaluhID/Revan)

loading...

BERITA SELANJUTNYA