CIAMIS, galuh.id,– Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ciamis (Lapas Ciamis) kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan banjir sekaligus melakukan kerja bakti di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (18/2/2026).
Aksi kemanusiaan ini dilakukan menyusul peristiwa tanggul jebol di Desa Sukahurip dan Desa Bangunsari, yang menyebabkan banjir merendam rumah warga serta merusak sejumlah fasilitas umum dan sumber air bersih.
Koordinasi dengan BPBD Ciamis untuk Bantuan Tepat Sasaran
Sebelum menuju lokasi, jajaran Lapas Ciamis berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis (BPBD) dan pemerintah desa setempat guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Dipimpin Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), James P. Tampubolon, tim Lapas bersama 11 warga binaan pemasyarakatan (WBP) turun langsung membersihkan lumpur, sampah, dan material sisa banjir.
Mereka juga membantu membersihkan sumur gali dan sumur bor agar kembali higienis serta aman digunakan warga.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja bakti insan pemasyarakatan. Biasanya kami laksanakan di lingkungan lapas, namun kali ini kami hadir langsung membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar James P. Tampubolon.
Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Pamarican
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, Lapas Ciamis menyalurkan bantuan logistik berupa:
-
200 kilogram beras
- Advertisement - -
20 dus mi instan
-
2 peti telur
-
5 dus air mineral gelas
-
5 dus air mineral botol
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga dan pemerintah desa untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Aksi ini menjadi bentuk nyata kontribusi Lapas Ciamis dalam membantu penanganan banjir akibat tanggul jebol di Pamarican.
Libatkan 11 Warga Binaan dalam Program Asimilasi Sosial
Menariknya, kegiatan sosial ini juga melibatkan 11 warga binaan yang akan segera mengakhiri masa pidana.
Keterlibatan mereka merupakan bagian dari program pembinaan asimilasi sosial, yang bertujuan mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan kerja bakti dan bantuan sosial, para WBP belajar berkontribusi langsung serta membangun kembali rasa percaya diri sebelum bebas.
Selama menjalani pembinaan di Lapas Ciamis, para warga binaan telah mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan, antara lain:
-
Pelatihan barista
-
Pengelasan
-
Pembuatan alat pancing
-
Perbaikan sepeda motor
Program ini bertujuan memberikan bekal usaha sekaligus mencegah residivisme.
Bangun Kepercayaan Masyarakat dan Hapus Stigma Negatif
Menurut James, kegiatan sosial ini juga menjadi upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap mantan warga binaan.
“Kami berharap mereka dapat diterima kembali oleh masyarakat dan berkontribusi secara positif. Mereka sudah dibekali keterampilan dan pembinaan agar tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” ujarnya.
Melalui aksi nyata pemasyarakatan ini, Lapas Ciamis membuktikan bahwa sistem pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan di balik tembok, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat — terutama dalam situasi darurat seperti bencana banjir di Ciamis. (GaluhID/Tegar)
