CIAMIS, galuh.id – Berbagai inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi andalan Lurah Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Derry Insan Akhira Yusman, dalam membangun wilayahnya. Melalui tujuh program unggulan, ia berupaya menghadirkan pelayanan publik, kepedulian sosial, hingga penguatan ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.
Berbagai inovasi tersebut turut ditampilkan dalam kegiatan penilaian klarifikasi lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Kelurahan Sindangrasa, Rabu (4/11/2026).
Tujuh program unggulan yang dikembangkan Derry meliputi Rolling Door (Ronda Keliling Door to Door), Gemas Sampah (Gerakan Masyarakat Sindangrasa Sedekah Sampah), Wajar Gemilang (Wajib Belajar untuk Generasi Sindangrasa Cemerlang), Masagi (Masyarakat Sindangrasa Gemar Infak), Pelayanan 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal), Mandiri Berkreasi (Masyarakat Sindangrasa Berdaya melalui UMKM dan Ekonomi Kreatif), serta Kekasih Hati (Keluarga Asuh Balita Stunting).
Derry menjelaskan, seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi dan kekuatan gotong royong warga.
Salah satu inovasi yang paling dirasakan manfaatnya adalah Masagi melalui gerakan infak dengan menyediakan satu kencleng untuk setiap rumah. Masyarakat dapat menyisihkan uang mulai dari Rp500 atau nominal lainnya sesuai kemampuan.
Dana yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk kegiatan sosial dan bantuan masyarakat, tetapi juga mendukung pemberdayaan UMKM, penanganan stunting, hingga membantu ibu hamil berisiko.
Menurut Derry, program tersebut menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam mendukung pembangunan di tengah keterbatasan anggaran kelurahan.
Ia mengungkapkan, selama empat tahun terakhir, anggaran kelurahan berkisar Rp228 juta. Namun, penghimpunan infak pada 2025 melalui UPZ Kelurahan Sindangrasa dan UPZ Muslimat mencapai sekitar Rp280 juta.
“Seluruh dana tersebut kembali 100 persen untuk masyarakat. BAZNAS Kabupaten Ciamis membantu menghimpun dan mencatat, selanjutnya dana dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Selain pemberdayaan melalui infak, Derry juga memberikan perhatian terhadap penanganan stunting melalui program Kekasih Hati atau Keluarga Asuh Balita Stunting.
Dalam program tersebut, setiap ASN mendapatkan tanggung jawab mendampingi satu balita stunting dengan melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat, mulai dari RT, RW, kader PKK, kader Posyandu hingga Tim Pendamping Keluarga.
Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan hingga balita keluar dari kategori stunting. Derry menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci karena kader dan warga merupakan pihak yang paling dekat dengan keluarga sasaran.
Ia mencontohkan, ketika terdapat balita stunting yang membutuhkan pelayanan kesehatan tetapi keluarganya terkendala kendaraan, kader dengan sukarela membantu mengantarkan balita tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kalau tidak melibatkan masyarakat, tentunya semua program pemerintah akan sulit terlaksana dan mencapai tujuannya,” ungkapnya.
Di bidang lingkungan, Derry mengembangkan Gemas Sampah dengan mengajak masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Gerakan tersebut diharapkan mampu mengurangi residu sampah sekaligus mengefisienkan anggaran pengelolaan lingkungan.
Sementara untuk menjaga keamanan, terdapat Rolling Door atau Ronda Keliling Door to Door yang diperkuat partisipasi sekitar 470 warga dalam pemantauan keamanan lingkungan.
Di bidang pendidikan, Wajar Gemilang menjadi upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Sedangkan Mandiri Berkreasi diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, Kelurahan Sindangrasa juga mengoptimalkan Pelayanan 6 SPM. Seluruh 19 Posyandu di wilayah tersebut telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal Posyandu dengan pendekatan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat.
Bahkan, meskipun berstatus sebagai wilayah perkotaan, Kelurahan Sindangrasa masih memiliki potensi lahan persawahan sekitar 95 hektare yang turut mendukung ketahanan pangan masyarakat. Di wilayah tersebut juga terdapat tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Berbagai inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi. Menurutnya, Kelurahan Sindangrasa mampu menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah dalam membangun kebersamaan dan kolaborasi dengan masyarakat.
Andang berharap inovasi yang dikembangkan Derry bersama seluruh elemen masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lainnya, bahkan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Klarifikasi Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026, Mulyo Setiono, menyampaikan bahwa klarifikasi lapangan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni validasi dokumen dan pemaparan, pengamatan langsung, serta dialog dan pendalaman informasi.
Hasil klarifikasi tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan dalam rapat pleno tim penilai sebelum penetapan hasil akhir lomba.
Melalui tujuh program unggulan tersebut, Derry berharap Kelurahan Sindangrasa dapat terus berkembang menjadi wilayah yang mandiri, berdaya, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui kekuatan kolaborasi.
