Ciamis, galuh.id – Mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) Ciamis yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cipaku terus aktif menggali potensi lokal sekaligus menjalin kedekatan sosial dengan masyarakat.
Sejumlah kegiatan observasi dan partisipatif telah mereka lakukan sebagai bagian dari pemetaan potensi dan penyusunan program kerja yang tepat guna dan berkelanjutan.
Dalam bidang ekonomi, mahasiswa KKN melakukan observasi ke pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), seperti produsen keripik bawang kering “Guna Rahma” di Dusun Babakan dan UMKM “Cireng Hikmah” di Desa Sindanghilir.
Kedua usaha ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan, terutama dalam aspek pengemasan dan strategi pemasaran.
Di sektor pertanian, mahasiswa turut mendatangi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar I Dusun Babakan di Desa Cipaku. Kelompok ini terkenal aktif dalam mengolah pupuk organik berbahan dasar kotoran ayam.
Sistem pengelolaan hasil tani di lakukan oleh pihak dusun. Kemudian apabila hasil panen melimpah, akan dibagikan secara merata hingga ke tingkat desa.
Selain observasi, mahasiswa juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan budaya bersama masyarakat, khususnya para ibu-ibu.
Observasi Potensi Desa Cipaku, Mahasiswa Jalin Kedekatan dengan Masyarakat
Salah satunya adalah pelatihan penampilan untuk persiapan lomba dan pertunjukan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan partisipasi aktif masyarakat dalam perayaan nasional.
Tak hanya itu, mahasiswa menghadiri kegiatan sholawat dan rapat bersama ibu-ibu sebagai bentuk penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. Melalui rapat ini, berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat dapat dijaring secara langsung.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Unigal, Tatang Hidayat, menyatakan bahwa pendekatan observasi dan partisipatif ini sangat penting untuk memastikan program KKN berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Menurut Tatang, pihaknya ingin hadir bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat.
“Dengan kegiatan observasi, pelatihan, hingga kegiatan sosial seperti sholawatan dan diskusi bersama, kami berupaya menjalin kedekatan dan merancang program yang benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Melalui kegiatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat ekonomi, pertanian, sosial, dan spiritual. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
