CIAMIS, galuh.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis. Sebanyak 10 sekolah dan madrasah resmi dinyatakan berhasil menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten Ciamis Tahun 2026, berdasarkan hasil penilaian administrasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis.
Dari 10 sekolah tersebut, terdapat enam sekolah dasar yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan, yakni SDN 1 Purwajaya Kecamatan Purwadadi, SDN 2 Bangunsari Kecamatan Pamarican, SDN 2 Ciherang Kecamatan Banjarsari, SDN 2 Muktisari Kecamatan Cipaku, SDN 1 Cintaratu Kecamatan Lakbok, serta SDIT Salsabila Kecamatan Panumbangan.
Selain itu, empat sekolah lainnya yang juga dinyatakan lolos sebagai Sekolah Adiwiyata Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yakni SMPN 1 Sadananya, MI Bojongsari Kecamatan Ciamis, SMPN 2 Jatinagara, dan MI Panyingkiran Kecamatan Ciamis.
Keberhasilan sekolah-sekolah tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai menjadi bukti nyata komitmen dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini melalui pembiasaan hidup bersih, penghijauan, pengelolaan sampah, hingga penerapan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah.
Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis Aris Taufik Abadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan enam sekolah dasar di Kabupaten Ciamis yang berhasil menembus jajaran 10 Besar Sekolah Adiwiyata Kabupaten Ciamis Tahun 2026.
Menurut Aris, capaian tersebut merupakan kabar menggembirakan sekaligus bukti nyata bahwa kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup mulai tumbuh kuat di lingkungan pendidikan sejak usia dini.
“Kami dari DPRKPLH Kabupaten Ciamis menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sekolah yang berhasil masuk dalam 10 besar Sekolah Adiwiyata tahun 2026. Ini adalah pencapaian yang sangat membanggakan karena menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di Ciamis tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga serius membangun karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan,” ujar Aris.
Ia menilai, keberhasilan tersebut bukan sesuatu yang datang secara instan, melainkan hasil dari proses panjang, komitmen, dan kolaborasi seluruh unsur di sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, tenaga kependidikan, komite sekolah hingga dukungan orang tua.
Menurutnya, program Adiwiyata memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang sadar lingkungan, disiplin, serta memiliki tanggung jawab sosial terhadap keberlanjutan alam di masa mendatang.
“Melalui program Adiwiyata, anak-anak tidak hanya diajarkan teori tentang lingkungan hidup, tetapi juga dibiasakan untuk menerapkan perilaku nyata, seperti menjaga kebersihan, memilah sampah, menanam pohon, menghemat energi, hingga mencintai lingkungan sekitar. Pendidikan karakter seperti inilah yang sangat penting untuk terus diperkuat,” katanya.
Aris juga berharap prestasi yang diraih enam sekolah tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Ciamis untuk terus meningkatkan budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan masing-masing.
“Kami berharap keberhasilan ini tidak berhenti hanya pada penghargaan tingkat kabupaten. Sekolah-sekolah yang sudah berprestasi harus terus menjaga konsistensi, meningkatkan inovasi program lingkungan, dan mampu melangkah ke tingkat Provinsi Jawa Barat bahkan nasional. Yang terpenting, semangat menjaga lingkungan harus menjadi budaya bersama di sekolah,” tuturnya.
Ia menambahkan, DPRKPLH Kabupaten Ciamis siap mendukung berbagai upaya penguatan pendidikan lingkungan hidup di sekolah sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
“Semoga capaian ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh sekolah di Kabupaten Ciamis untuk terus bergerak bersama mewujudkan lingkungan pendidikan yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Galuh/Tegar)
