PCNU Ciamis Matangkan Persiapan Muktamar NU, Soroti Krisis Keulamaan dan Penguatan Pancasila

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ciamis mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Forum lima tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi organisasi, menyusun program strategis, sekaligus memilih kepengurusan baru yang mampu menjawab tantangan zaman.

Ketua PCNU Kabupaten Ciamis, KH Arief Chowas, mengatakan persiapan menuju Muktamar tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga memastikan aspirasi warga Nahdliyin dapat diperjuangkan dalam forum nasional.

“Persiapannya dimulai dari merumuskan apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan warga Nahdliyin. Muktamar merupakan kewajiban organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sebagai sarana evaluasi, penyusunan program, sekaligus membentuk kepengurusan baru,” ujar KH Arief Chowas saat ditemui di Kantor PCNU Ciamis, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, PCNU Ciamis ingin memastikan berbagai gagasan dari daerah dapat menjadi bagian dari pembahasan di tingkat nasional. Selain itu, Muktamar diharapkan mampu melahirkan kepengurusan pusat yang memiliki visi kuat dalam memajukan Nahdlatul Ulama sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

- Advertisement -

“Kami berharap lahir figur-figur kiai yang memiliki keunggulan dalam keilmuan. Bangsa ini sedang menghadapi krisis keteladanan ulama. Karena itu, NU memiliki tanggung jawab menghadirkan sosok kiai yang menjadi panutan umat sekaligus rujukan bagi bangsa,” katanya.

KH Arief juga menilai Indonesia membutuhkan ulama yang mampu menjadi pendamping moral dan spiritual bagi para pemimpin negara.

“Presiden tentu membutuhkan pendamping secara ruhaniah. Harus ada ulama yang benar-benar mampu menjadi mitra dalam memberikan arah moral dan kebangsaan. Ini menjadi salah satu kegelisahan yang perlu dijawab oleh Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), KH Arief menilai kondisi tersebut justru menjadi peluang besar bagi dakwah NU.

- Advertisement -

“Itu bukan tantangan, tetapi peluang. Prinsip NU adalah al-muhafazhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, menjaga tradisi yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik. Bahkan bukan sekadar mengikuti perkembangan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi,” ujarnya.

Ia mendorong warga Nahdlatul Ulama untuk aktif mengisi ruang digital dengan konten-konten yang membawa nilai Ahlussunnah wal Jamaah agar dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas.

Terkait kunci sukses pelaksanaan Muktamar, KH Arief menekankan pentingnya mengedepankan musyawarah, persatuan, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam musyawarah. Namun ketika keputusan sudah ditetapkan, maka seluruh pihak harus melaksanakannya bersama. Semua harus berjalan dengan rapi, elegan, sejuk, dan penuh hikmah,” katanya.

Selain membawa berbagai aspirasi organisasi, PCNU Ciamis juga akan mengusulkan penguatan ekonomi umat melalui pengembangan badan usaha milik NU. Menurut KH Arief, penguatan ekonomi perlu menjadi perhatian selain sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial yang selama ini telah berjalan.

Di sisi lain, ia menegaskan pentingnya memperkuat Pancasila sebagai falsafah bangsa dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat.

“PR kita adalah bagaimana Pancasila benar-benar menjadi falsafah bangsa yang terus dirawat. Bukan mengubah atau menggantinya, tetapi memperkuatnya dengan ruh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sehingga Pancasila dan agama berjalan selaras tanpa ada sekat,” pungkasnya.

Ia berharap Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membawa kemaslahatan bagi organisasi, umat, serta memperkuat peran NU dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Duduk Perkara Hotel Larissa Ciamis; Ahli Waris Paparkan Sejarah Aset dan Pasrahkan Proses Hukum ke Polres

Sengketa kepemilikan Hotel Larissa Ciamis kini ditangani Polres Ciamis setelah adanya laporan dari pemilik sah, Hj. Siti Ratna. Keluarga almarhum H. Rohaedin Nurdin berharap proses hukum berlangsung transparan untuk mengembalikan hak mereka dan menyelesaikan dugaan pemalsuan dokumen. Kasus ini melibatkan kredit yang tidak jelas dan perubahan sertifikat tanpa izin.

Artikel Terkait